Harga Jagung dan Kedelai Merosot, Imbas Hujan Turun di Sentra Pertanian AS

Ilustrasi jagung merah. (Pixabay/Gordana Stanisic)

Editor: Yoyok - Rabu, 20 Juli 2022 | 15:20 WIB

Sariagri - Harga jagung dan kedelai Chicago merosot pada perdagangan Rabu (20/7) siang akibat tertekan oleh ekspektasi hujan yang menguntungkan di beberapa bagian kawasan Midwest Amerika Serikat (AS). Hujan juga meredakan kekhawatiran seputar pasokan.

Harga gandum juga tergelincir setelah importir terbesar dunia, Mesir, membatalkan tender pembelian internasional yang menarik tawaran gandum Amerika.

"Pasar dipermalukan oleh survei kondisi tanaman jagung Amerika yang relatif stabil dari USDA (Departemen Pertanian AS) sehingga membebani harga," kata Tobin Gorey, Direktur Commonwealth Bank of Australia, seperti dikutip Reuters

"Kondisi itu juga membebani harga adalah model cuaca yang menunjukkan proyeksi yang lebih menguntungkan dari kawasan Midwest Amerika," imbuhnya.

Kontrak jagung yang paling aktif di Chicago Board of Trade ( CBOT ) anjlok 1,09 persen menjadi 588,75 dolar AS per bushel atau gantang pada pukul 13.13 WIB dan harga kedelai melorot 1,21 persen menjadi 1.341,75 dolar AS per bushel.

Sementara, gandum berjangka melemah 0,31 persen menjadi 809,75 dolar AS per bushel.

Jagung dan kedelai terbebani oleh prakiraan yang menunjukkan hujan yang menguntungkan di beberapa bagian  crop belt  Midwest Amerika, pekan depan, yang dapat meningkatkan hasil panen.

Laporan mingguan menunjukkan kondisi tanaman Amerika relatif stabil. Senin malam, USDA memberikan rating 64 persen tanaman jagung Amerika dalam kondisi baik hingga sangat baik, tidak berubah dari pekan sebelumnya, sementara analis yang disurvei  Reuters  rata-rata memperkirakan penurunan satu poin persentase.

Perusahaan pelat merah Mesir yang menangani impor biji-bijian, GASC , membatalkan tender internasional untuk gandum tanpa pembelian, karena harga penawaran lebih tinggi dari perkiraan.

Ada tekanan tambahan di pasar gandum di tengah harapan bahwa kesepakatan akan dicapai untuk mengekspor lebih banyak biji-bijian keluar dari Ukraina ketika Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan mitranya dari Turki di Iran untuk membahas masalah tersebut.

Baca Juga: Harga Jagung dan Kedelai Merosot, Imbas Hujan Turun di Sentra Pertanian AS
Harga Minyak Kedelai Melonjak setelah Indonesia Larang Ekspor Minyak Sawit

Stok biji-bijian yang tidak terjual menumpuk di Ukraina karena negara itu belum dapat mengakses pelabuhan Laut Hitam sejak invasi Rusia pada Februari.

USDA memperkirakan bulan ini bahwa Ukraina mengakhiri musim 2021/22 pada Juni dengan 6,8 juta ton jagung, naik delapan kali lipat dari tahun sebelumnya, sementara stok gandum hampir empat kali lipat menjadi 5,8 juta ton.

Video Terkait