Tekan Inflasi, Korea Selatan Pangkas Tarif Bawang dari Cina

Ilustrasi bawang merah. (Sariagri/Arief L)

Editor: Dera - Senin, 25 Juli 2022 | 11:00 WIB

Sebuah asosiasi industri Korea Selatan mengatakan ada kemungkinan impor bawang merah dari Cina akan membantu mengurangi inflasi di negaranya. Pemerintah Korea Selatan sedang mempertahankan tarif nol pada tujuh item impor bahan makanan utama dalam upaya mengendalikan kenaikan harga.

Dengan meningkatnya impor dari Cina untuk meringankan beban inflasi Korea Selatan, pakar Cina mengatakan bahwa kerja sama antar negara di Asia Timur Laut harus lebih diperkuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk pandemi COVID-19 yang masih berlangsung dan fluktuasi harga komoditas global.

Dipengaruhi oleh berbagai faktor, inflasi Korea Selatan pada bulan Juni mencapai laju tercepat sejak 1998, dengan indeks harga konsumen naik 6 persen dari tahun sebelumnya.

Guna mengendalikan lonjakan harga, Seoul telah mengumumkan beberapa tindakan sementara untuk mengendalikan harga barang-barang pokok, dan telah memutuskan untuk mengenakan tarif nol pada tujuh kebutuhan sehari-hari mulai bulan Juli.

Kebutuhan sehari-hari yang dikenakan tarif nol adalah 100.000 ton daging sapi, 82.500 ton ayam, 10.000 ton susu bubuk, 30.000 ton perut babi, dan 448 ton daun bawang, serta biji kopi dan bahan etanol.

Kantor Asosiasi Perdagangan Internasional Korea (KITA) di Beijing mengatakan kepada Global Times bahwa mereka memperkirakan kebijakan baru akan menyebabkan peningkatan impor bawang dari Cina, yang telah menjadi pemasok utama bawang segar dan beku ke Korea Selatan.

KITA menambahkan bahwa meskipun mereka mengharapkan kebijakan tarif baru akan membantu menstabilkan harga makanan pokok di Korea Selatan, masih terlalu dini untuk menilai efek sebenarnya.

Di Shandong, di mana banyak basis penanaman bawang berada, para petani mengatakan kepada Global Times bahwa mereka belum merasakan peningkatan yang nyata dalam permintaan atau pengiriman. Mereka menyebut, pandemi telah memaksa beberapa eksportir untuk menghentikan pengiriman bawang ke Korea Selatan.

Sementara itu, seorang manajer di perusahaan pengekspor produk pertanian menjelaskan perusahaannya saat ini sedang memproses pesanan bawang, tetapi dia belum melihat peningkatan permintaan yang signifikan dari klien di Korea Selatan.

Baca Juga: Tekan Inflasi, Korea Selatan Pangkas Tarif Bawang dari Cina
Bawang Merah Lokal Mahal, Konsumen Beralih ke Bawang Merah India

Perdagangan antara Cina dan Korea Selatan sedang mengalami pertumbuhan pesat. Dari Januari hingga Juni tahun ini, perdagangan bilateral mencapai $184,25 miliar atau sekitar Rp2.757 triliun, naik 9,4 persen tahun-ke-tahun.

Korea Selatan sempat menjadi tujuan ekspor produk pertanian terbesar keempat bagi Cina. Namun, negara itu mempertahankan tarif tinggi untuk melindungi industri dalam negerinya, membatasi ekspor Cina ke Korea Selatan.

Video Terkait