Tahun Ini Bulog Impor 100 Ribu Ton Daging Kerbau dari India

Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita. (Sariagri/Arif Ferdianto)

Editor: M Kautsar - Rabu, 27 Juli 2022 | 18:30 WIB

Sariagri - Perum Bulog menyatakan bahwa di tahun 2022 ini akan impor daging kerbau beku dari negara India sebanyak 100 ribu ton. Hingga sejauh ini perusahaan pelat merah tersebut telah berhasil mendatangkan sebanyak 57 ribu ton.

“Untuk tahun ini baru keluarnya dari awal tahun, kita baru terealisasi setengahnya. Kita akan atur sampai Desember untuk pemasukannya,” ujar Direktur Bisnis Perum Bulog, Febby Novita kepada awak media di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu (27/7/2022).

Febby mengungkapkan bahwa masyarakat telah teredukasi dalam hal subtitusi daging sapi ke daging kerbau. Untuk itu kebutuhan akan daging kerbau cukup meningkat mencapai 12 ribu ton per bulan.

“Makin ke sini karena edukasi daging kerbau itu masyarakat sudah mulai menerima. Jadi memang subtitusi untuk daging sapinya sudah lumayan bagus, jadi kalau kita melihat (kebutuhan daging kerbau) 10 ribu ton hingga 12 ribu ton per bulan,” jelasnya.

Dia menyebutkan bahwa Bulog di tahun 2021 berhasil mengimpor daging kerbau sebanyak 80 ribu ton. Jumlah tersebut, kata dia, juga berhasil terserap semua oleh masyarakat.

“Kalau 2021, 80 ribu (ton) kita terserap semua, 2022 ini, 100 ribu (ton) pun sudah kita kontrak semua tinggal kita atur kedatangan. Insyaallah kita kalau diberikan penugasan lagi juga siap, kalau kita melihat tadi berapa yang kita beli ya langsung terjual di bulan itu habis, artinya kebutuhan masyarakat rasanya mungkin kalau pun ada pasti kurang,” terangnya.

Baca Juga: Tahun Ini Bulog Impor 100 Ribu Ton Daging Kerbau dari India
Pemerintah Akan Impor Beras Hingga 1,5 Juta Ton

Lebih lanjut Febby mengungkapkan bahwa harga daging kerbau impor jauh lebih murah dari daging sapi, hal ini tentu memudahkan masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah bisa menjadi pilihan.

“Rasa hampir sama (dengan daging sapi), kalau harga kami juga menjaga dari harga acuan, kita juga selalu melakukan operasi pasar, ritel-ritel itu kita jual Rp80 ribu (per kilogram) tentunya sangat terjangkau,” tandasnya. 

Video Terkait