Harga Kedelai Melonjak, Dipicu Pasokan Berkurang Akibat Cuaca Panas Amerika

Komoditas kedelai. (Piqsels)

Editor: Yoyok - Kamis, 28 Juli 2022 | 14:15 WIB

Sariagri - Harga kedelai berjangka Chicago menguat untuk sesi kelima beruntun pada Kamis (28/7), naik ke level tertinggi dalam lebih dari dua pekan. Kenaikan dipicu oleh kondisi cuaca panas dan kering yang diperkirakan di beberapa kawasan Midwest Amerika Serikat yang berpotensi mengurangi hasil panen.

"Cuaca kering mulai berdampak pada tanaman kedelai Amerika, dan itu menyebabkan kekhawatiran atas pasokan," kata trader yang berbasis di Singapura. 

"Ada potensi kenaikan untuk pasar kedelai dan edible oil karena harga telah mencapai titik terendahnya."

Reuters pada pukul 13.00 WIB melaporkan harga kontrak kedelai yang paling aktif di Chicago Board of Trade (CBOT) melonjak 1,37 persen menjadi 1.429,25 dolar AS per bushel, setelah melesat di awal sesi ke level tertinggi sejak 11 Juli, yakni 1.434 dolar AS per bushel.

Sementara itu, gandum berjangka CBOT meningkat 1,27 persen menjadi 800,25 dolar AS per bushel dan jagung menguat 1 persen menjadi 609 dolar AS per bushel.

Jagung dan kedelai Amerika menikmati cuaca dingin musiman pekan ini, meski perkiraan panas dan kering yang mengancam untuk minggu depan dan seterusnya membuat petani dan trader ketar-ketir, tutur Karen Braun, analis pasar untuk  Reuters .

Kurangnya kelembaban dapat merusak tanaman kedelai saat mengembangkan polongnya.

Gandum menguat di tengah keraguan atas pasokan dari wilayah Laut Hitam meski ada kesepakatan untuk membuka kembali jalur ekspor gandum Ukraina.

Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar, membuka pusat koordinasi di Istanbul, Rabu, untuk mengawasi ekspor biji-bijian Ukraina setelah kesepakatan penting PBB pekan lalu, dengan pengiriman pertama diperkirakan berangkat dari pelabuhan Laut Hitam dalam beberapa hari.

Rusia dan Ukraina menandatangani kesepakatan, yang ditengahi Turki dan PBB, Jumat lalu, untuk membuka kembali ekspor biji-bijian dan pupuk yang diblokir oleh perang untuk meredakan krisis pangan internasional.

Konsultan pertanian Sovecon yang berfokus pada Rusia menaikkan ekspektasinya untuk ekspor gandum Juli-Juni 2022/2023 negara itu sebesar 300.000 ton ke rekor tertinggi 42,9 juta ton.

Baca Juga: Harga Kedelai Melonjak, Dipicu Pasokan Berkurang Akibat Cuaca Panas Amerika
Harga Gandum Melonjak di Tengah Kekhawatiran Pasokan dari Laut Hitam

Perkiraan panen gandum dinaikkan sebesar 1,7 juta ton menjadi 80,9 juta ton, konsultan itu menambahkan.

Harga gandum India melonjak ke rekor tertinggi, meski ada larangan ekspor, di tengah permintaan yang kuat dan berkurangnya pasokan dari tanaman yang rusak akibat gelombang panas.

Reli harga itu mengurangi kemungkinan India memasok gandum dalam jumlah besar di bawah kesepakatan antar pemerintah dengan negara-negara yang berjuang untuk mengamankan pengiriman di tengah gangguan perang di Ukraina.

Video Terkait