Waralaba Indonesia Diharapkan Bisa Ekspansi ke Luar Negeri

Ilustrasi Waralaba. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 5 Agustus 2022 | 18:00 WIB

Sariagri - Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra mengatakan sudah saatnya bisnis waralaba (franchise) melakukan ekspansi ke luar negeri. Hal ini guna memaksimalkan potensi produk lokal, sekaligus memperkuat daya saing dengan produk asing, sesuai dengan pesan dari Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan.

“Beliau sudah mencanangkan, ini saatnya yang lokal ke luar. Jadi, beliau benar-benar mendorong waralaba-waralaba kita, usaha-usaha kita ini mulai ke luar. Jadi berpikir ke luar. Ini kaitannya terutama untuk ritel-ritel, untuk F&B,” ujar Syailendra saat membuka pameran waralaba dan lisensi "IFRA in conjunction with ILE 2022" di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (5/8/2022).

Ia mengatakan pihaknya setuju dengan pandangan bahwa bisnis waralaba lokal harus diperkuat di dalam negeri. Namun tetap menegaskan bahwa waralaba lokal sudah saatnya berekspansi ke luar negeri.

Pemerintah Dukung Adanya Waralaba Indonesia di Pasar Luar Negeri

Jika terdapat bisnis waralaba yang berniat untuk melebarkan sayap di pasar luar negeri, Syailendra mengatakan pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan mendukung langkah tersebut.

“Sudah saatnya kita. Kalau istilah pak Menteri, ‘kalau Indonesia sudah kelamaan diserbu sama asing’. Indonesia sekian ratus juta penduduknya jadi pasar yang begitu empuk. Nah, sekarang saatnya, kata Pak Menteri, kita ‘menyerang’, sudah kelamaan kita itu menjadi pasar saja,” tegasnya lagi.

Selain mendorong ekspansi waralaba lokal ke luar negeri, Syailendra mengatakan pihaknya juga akan mendorong bisnis ritel untuk bermitra dengan warung-warung kecil.

“Ritel-ritel ini yang akan menyuplai warung-warung sehingga warung itu juga bisa menjual, minimal walaupun tidak seratus persen sama, tetapi produk-produk yang ada di retail itu paling tidak bisa dijual ke warung-warung dan itu dengan harga yang sangat kompetitif,” katanya.

Syailendra mengatakan bisnis waralaba menjadi salah satu sektor usaha yang mampu menguatkan ekonomi domestik Indonesia.

Berdasarkan laporan tahunan yang Syailendra himpun, kegiatan usaha waralaba pada tahun 2020 berkontribusi sebesar 1,0 persen dari PDB Indonesia. Ia juga menyebutkan total gerai yang berhasil dibuka dan dioperasikan mencapai 93.732 gerai dan berhasil menyerap sebanyak 628.622 tenaga kerja.

“Dan waralaba adalah sebuah solusi untuk pengusaha pemula dalam mengawali bisnis dengan aman, dan lahirnya para pengusaha lokal baru diyakini dapat memberikan dampak yang baik bagi pertumbuhan bisnis waralaba dan iklim usaha yang positif,” katanya.

Baca Juga: Waralaba Indonesia Diharapkan Bisa Ekspansi ke Luar Negeri
Mendag: Minyak Goreng Curah di Jateng Turun Jadi Rp12.500 per Liter

Syailendra mengatakan pemerintah memperkirakan tren pertumbuhan bisnis waralaba akan terus meningkat seiring dengan naiknya permintaan dan respon yang baik dari masyarakat.

Pada 2021 saja, pertumbuhan waralaba di Indonesia tercatat sebanyak 113 pemberi waralaba dalam negeri yang telah memiliki legalitas STPW (Surat Tanda Pendaftaran Waralaba). Jumlah tersebut dikatakan Syailendra naik 5 persen dari tahun sebelumnya.

Video Terkait