Banyak Kapal Ekspor Tinggalkan Ukraina, Harga Biji-bijian Fluktuatif

Ukraina penyumbang gandum terbesar di dunia (PAVLO PAKHOMENKO/NURPHOTO)

Editor: Yoyok - Senin, 8 Agustus 2022 | 15:45 WIB

Sariagri - Aktivitas kegiatan ekspor biji-bijian dari Ukraina mulai memberikan pengaruh bagi pasar komoditas global pada awal pekan ini. Harga gandum, jagung, dan kedelai di Bursa Komoditas Chicago atau Chicago Board of Trade (CBOT) dilaporkan fluktuatif setelah kapal-kapal tampak meninggalkan Ukraina.

"Lebih banyak kapal meninggalkan pelabuhan Ukraina. Untuk saat ini kapal-kapal itu masih terdampar di pelabuhan sejak Rusia menginvasi Ukraina," kata Tobin Gorey, Direktur Commonwealth Bank of Australia, seperti dikutip Reuters, Senin (8/8)

"Kendati ini adalah kabar baik, pertanyaan utama bagi pasar gandum adalah seberapa banyak biji-bijian yang dapat keluar melalui koridor ekspor tersebut," imbuhnya.

Wakil Menteri Pertanian Ukraina mengatakan Ukraina dapat mulai mengekspor gandum hasil panen tahun ini dari pelabuhan lautnya pada September di bawah kesepakatan krusial yang ditengahi oleh Turki dan PBB.

Selain gandum, empat kapal lainnya g membawa hampir 170.000 ton jagung dan bahan makanan lainnya berlayar dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina, Minggu (7/8), di bawah kesepakatan tersebut untuk membuka blokir ekspor negara itu.

PBB dan Turki menengahi kesepakatan tersebut, bulan lalu, setelah peringatan bahwa penghentian pengiriman biji-bijian yang disebabkan konflik itu dapat menyebabkan kekurangan pangan yang parah dan bahkan wabah kelaparan di beberapa bagian dunia.

Rusia akan memangkas ekspektasi ekspor biji-bijian pada musim Juli-Juni 2022/23 dari saat ini 50 juta ton jika panennya gagal mencapai target 130 juta ton, ungkap Kementerian Pertanian, Jumat.

Laju panen di Rusia, eksportir gandum terbesar dunia, saat ini lebih lambat dari perkiraan pemerintah karena musim semi yang dingin menyebabkan keterlambatan penanaman, serta hujan dan kurangnya suku cadang bagi peralatan pertanian yang diimpor. 

Baca Juga: Banyak Kapal Ekspor Tinggalkan Ukraina, Harga Biji-bijian Fluktuatif
Harga Gandum, Jagung, dan Kedelai Melesat Dipicu Perang yang Berkecamuk

Di sisi lain, perkiraan produksi yang lebih tinggi dan berkurangnya permintaan China membebani kedelai. Perusahaan analitik swasta, IHS Markit Agribusiness, memperkirakan produksi kedelai 2022 sebesar 4,530 miliar bushel, dengan hasil rata-rata 51,8 bushel per hektare. Ekspektasi hasil dan produksi itu lebih besar dari perkiraan Juli dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA).

Pada Senin siang, sekitar pukul 13.25 WIB, harga kontrak gandum yang paling aktif di CBOT naik 0,13 persen menjadi 776,75 dolar AS per bushel atau gantang. Sementara jagung berjangka CBOT turun 0,16 persen menjadi 609 dolar AS per bushel, sedangkan kedelai menguat 0,55 persen menjadi 1.416,50 dolar AS per bushel.

Video Terkait