Perang Dagang dengan Cina, Negara Ini Akan Mengalami Kerugian Besar

Ilustrasi Ekspor Impor. (Sariagri/Pixabay)

Editor: Dera - Selasa, 9 Agustus 2022 | 07:00 WIB

Sariagri - Pengaruh kuat Cina telah membuat industri di Eropa ketergantungan dan harus berpikir ulang ketika akan menjatuhkan sanksi. Lembaga penelitian ‘Ifo Institute’ mengatakan Cina akan melakukan pembalasan jika hal tersebut terjadi.

Di mana Jerman sebagai pusat industri Eropa akan mengalami kerugian besar dan akan menghadapi biaya enam kali lebih besar dibanding brexit.  Hal itu menjadi temuan analisis skenario yang dilakukan oleh Ifo Institute atas nama Bavarian Industry Association (vbw).

De-globalisasi membuat kita semakin miskin. Daripada berpaling dari mitra dagang penting tanpa alasan yang baik, perusahaan juga harus mendapatkan masukan dari negara lain untuk mengurangi ketergantungan sepihak dan kritis pada pasar tertentu serta rezim otoriter, kata Lisandra Flach, salah seorang rekan penulis studi tersebut.

Industri Jerman yang paling dirugikan dalam perang dagang dengan Cina adalah industri otomotif dengan kerugian nilai tambah 8,47 persen, perusahaan yang memproduksi peralatan transportasi dengan kerugian 5,14 persen, serta produsen mesin dan peralatan dengan kerugian 4,34 persen.

Rekan penulis studi lainnya, Florian Dorn, mengatakan jika Jerman sebagai negara pengekspor ingin menata kembali model bisnisnya, maka rantai pasokan di darat bukan menjadi solusi yang akan membantu.

Pilihan yang lebih menjanjikan adalah membangun kemitraan strategis dan perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara yang berpikiran sama, seperti Amerika Serikat. Itu harus menjadi tujuan kebijakan ekonomi Jerman dan Eropa,” katanya.

Sebagaimana dilansir dari laman resminya, Ifo Institute menerapkan model perdagangannya pada simulasi lima skenario, termasuk pemisahan negara-negara Barat dari Cina, dikombinasikan dengan perjanjian perdagangan antara Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Perang Dagang dengan Cina, Negara Ini Akan Mengalami Kerugian Besar
Dua IKM Purbalingga Raih Sertifikat HACCP Untuk Permudah Ekspor

Meski perjanjian perdagangan UE-AS dapat meredam efek negatif pemisahan ekonomi dengan Cina, namun hal tersebut tidak dapat mengimbangi sepenuhnya.

Sekadar informasi, Cina merupakan mitra dagang UE terbesar kedua setelah Amerika Serikat, sedangkan UE adalah mitra dagang terbesar Cina.

Video Terkait