Lagi, Cina Tangguhkan Impor Daging Sapi dari AS

Ilustrasi daging sapi. (Pixabay)

Editor: M Kautsar - Jumat, 12 Agustus 2022 | 13:30 WIB

Sariagri - Pihak berwenang Cina pada hari Kamis kembali menangguhkan impor daging sapi dari perusahaan Amerika Serikat (AS) setelah dalam pengiriman itu ditemukan mengandung ractopamine, aditif pakan yang dilarang di Cina.

Para ahli mengatakan bahwa langkah itu diambil karena pertimbangan kesehatan penduduk Cina dan tidak boleh diinterpretasikan secara berlebihan di tengah meningkatnya ketegangan antara Cina dan AS, seperti dikutip Global Times.

Administrasi Umum Kepabeanan Cina (GACC) menangguhkan produk daging yang dikirim oleh perusahaan King Meat Service Inc yang berbasis di AS, karena ractopamine terdeteksi dalam daging sapi yang diekspor ke Cina.

GACC mengatakan mereka telah memberi tahu Departemen Pertanian AS (USDA) tentang keputusan tersebut. 

Cina menghentikan impor daging sapi dari produsen AS lainnya yang disebut AA Meat Products pada bulan Juni lalu karena alasan yang sama. Menurut pernyataan terpisah GACC pada 26 Juli, penangguhan ini telah dimulai sejak 15 Juni.

Beberapa media asing mencoba menghubungkan langkah itu dengan meningkatnya ketegangan antara Cina dan AS. Namun, Wakil Ketua Komite Ahli Asosiasi Perdagangan Internasional Cina, Li Yong, mengatakan seharusnya tidak ada interpretasi berlebihan atas keputusan GACC.

Langkah itu diambil untuk memenuhi standar inspeksi dan karantina bea cukai guna memastikan kesehatan orang-orang Cina,” ujarnya kepada Global Times. 

Di AS, ractopamine disetujui untuk digunakan pada babi dan sapi potong, tetapi secara luas dilarang di banyak negara, termasuk Cina dan anggota UE.

Menurut data dari Layanan Pertanian Luar Negeri USDA, Cina merupakan pasar terbesar ketiga untuk daging sapi dan produk daging sapi AS pada tahun 2021, mengimpor total 1,59 miliar dolar AS, atau sekitar Rp23 triliun, daging sapi dari AS.

Penangguhan Cina terhadap impor daging sapi dari perusahaan AS terjadi ditengah meningkatnya ketegangan hubungan Cina-AS.

Baca Juga: Lagi, Cina Tangguhkan Impor Daging Sapi dari AS
Indonesia Masih Jadi Pasar Potensial Sapi dari Australia

Pada hari Selasa (9/8), Presiden AS Joe Biden menandatangani undang-undang yang disebut CHIPS and Science Act, yang bertujuan untuk menghambat dan menekan produksi semikonduktor Cina.

Peneliti senior di Institut Studi Keuangan Chongyang di Universitas Renmin, He Weiwen, mengatakan bahwa Cina dengan tegas menolak langkah politik AS dalam memutuskan industri global dan rantai pasokan. Menurutnya, Cina tidak akan gentar dan akan fokus pada peningkatan ilmu pengetahuan dan kemampuan teknologinya sendiri.

Video Terkait