Masih Tegang, Hubungan Dagang Cina-Australia Tak Bisa Terealisasi

Ilustrasi Ekspor Impor. (Sariagri/Pixabay)

Editor: Putri - Sabtu, 13 Agustus 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Duta Besar Cina untuk Australia mengatakan masih banyak hak yang harus dilakukan untuk mengatur ulang hubungan antara Australia dan Cina. Ia mengatakan kedua negara tidak pada tahap menyelesaikan perselisihan politik dan perdagangan.

Berbicara kepada National Press Club di Canberra, Duta Besar Cina Xiao Qian juga mengatakan tidak ada pertemuan antara para pemimpin dari kedua mitra dagang dalam beberapa tahun terakhir. Cina yakin bahwa pertemuan tatap muka dapat memperburuk hubungan kedua negara yang tegang.

"Itu karena kami tidak percaya pertemuan itu akan membantu memperbaiki hubungan, dan kami khawatir pertemuan itu mungkin akan memperburuk keadaan," kata Xiao Qian.

Mengutip Reuters, Sabtu (13/8/2022), Cina adalah mitra dagang terbesar Australia dan pelanggan terbesar bijih besinya. Cina memberlakukan sanksi perdagangan terhadap produk-produk Australia, mulai dari batu bara hingga makanan laut dan anggur, sebagai tanggapan atas seruan Australia untuk menyelidiki asal usul COVID-19 dan larangan jaringan 5G terhadap Huawei.

Menteri Luar Negeri Australia dan Cina bertemu untuk pertama kalinya dalam tiga tahun bulan lalu di sela-sela pertemuan G-20 di Bali, Indonesia. Pertemuan terjadu setelah pemilihan pemerintahan Partai Buruh.

Meskipun ada kontak antara menteri, Xiao mengatakan Cina dan Australia belum sampai pada tahap untuk membahas tentang bagaimana menyelesaikan masalah-masalah khusus, masalah politik, dan masalah perdagangan.

Baca Juga: Masih Tegang, Hubungan Dagang Cina-Australia Tak Bisa Terealisasi
Pelosi Kunjungi Taiwan, Ada Kekhawatiran pada Rantai Perdagangan AS-Cina

Dia mengatakan itu adalah "awal yang baik saja, dan ada banyak yang harus dilakukan untuk benar-benar mengatur ulang hubungan ini."

Stok batu bara Australia melonjak bulan lalu di tengah rumor Cina akan mencabut larangan tidak resmi atas batu bara Australia sejak 2020. Namun beberapa waktu kemudian Kedutaan Cina di Australia mengkritik pernyataan bersama dari Australia, Jepang dan Amerika Serikat yang menyatakan keprihatinan atas latihan militer Cina di Selat Taiwan.

Video Terkait