Kaya Akan Rempah, Indonesia Bidik Ekspor Bumbu Masak Senilai Rp29 Triliun

Ilustrasi Bumbu Dapur (Pixabay)

Editor: Dera - Senin, 15 Agustus 2022 | 22:45 WIB

Sariagri - Guna mendukung Program Indonesia Spice Up The World (ISUTW), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengincar ekspor bumbu masak senilai dua miliar dolar AS. 

Dari ekspor tersebut, Kemenperin juga ingin mempromosikan kuliner Indonesia serta mengangkat produk rempah dan bumbu masakan merek lokal Indonesia.

“Kemenperin mendukung Program ISUTW sebagai salah satu upaya promosi peningkatan pasar rempah dan bumbu masak Indonesia melalui pameran dalam negeri, marketplace lokal dan marketplace global,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita lewat keterangannya di Jakarta, Senin (15/8/2022).

Agus menuturkan bahwa Indonesia memiliki beragam komoditas rempah dan produk olahan pangan khas dengan cita rasa yang otentik.

Sejak sebelum kemerdekaan, Indonesia terkenal dengan negara tropis bertanah subur dan tempat ideal tumbuhnya tanaman rempah. Rempah dan bumbu masak Indonesia bahkan menjadi warisan budaya di dunia tata boga.

Menperin mengungkapkan ISUTW merupakan program kolaboratif semua pemangku kepentingan dalam mengangkat popularitas kekayaan rempah dan bumbu masak Indonesia.

Program itu dilatarbelakangi oleh meredupnya ketenaran bumbu masakan Indonesia dibandingkan bumbu masakan oriental, Thailand, dan Vietnam.

Padahal perhatian warga dunia terhadap cita rasa kuliner Indonesia terus meningkat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya liputan media asing tentang keunggulan keragaman dan kelezatan olahan pangan Indonesia.

Saat ini terdapat 1.177 gerai restoran Indonesia di luar negeri, namun jumlah ini belum efektif mengangkat kembali popularitas rempah dan bumbu masak Indonesia.

"Melalui ISUTW ini, kami harap nilai ekspor rempah dan bumbu masak Indonesia bisa mencapai 2 miliar dolar AS dan akan ada sebanyak 4.000 restoran Indonesia di seluruh dunia pada tahun 2024,” ungkap Menperin Agus.

Program ISUTW telah dirancang sebagai strategi memperkenalkan produk rempah dan bumbu masak Indonesia di mancanegara, termasuk untuk mengembangkan jaringan restoran Indonesia di luar negeri.

“Inilah bentuk gastrodiplomasi Indonesia, melalui reaktivasi dan penambahan restoran Indonesia di mancanegara serta standardisasi cita rasa masakan Indonesia. Strategi lain yaitu dengan memanfaatkan jaringan restoran hotel di mancanegara untuk menyajikan kuliner Indonesia,” lanjut Agus.

Melalui ISUTW, Indonesia akan mengangkat lima makanan khas nasional, yaitu rendang, nasi goreng, sate, soto, dan gado-gado. Sebab, kelima jenis makanan tersebut diakui sebagai The World’s 50 Best Foods oleh CNN Travel pada 2017-2021. Selain itu, kuliner nusantara lain seperti hidangan laut juga turut dipromosikan.

Nantinya, ribuan restoran Indonesia di luar negeri akan menjadi etalase produk rempah dan bumbu masak bermerek lokal Indonesia. Sementara di Indonesia, etalase mini didirikan di destinasi pariwisata super prioritas.

Baca Juga: Kaya Akan Rempah, Indonesia Bidik Ekspor Bumbu Masak Senilai Rp29 Triliun
Masih Tegang, Hubungan Dagang Cina-Australia Tak Bisa Terealisasi

Produk rempah dan bumbu masak Indonesia juga ditawarkan melalui etalase digital (marketplace), yang terhubung dengan landing page ISUTW sebagai akselerasi perdagangan produk rempah dan bumbu masakan Indonesia.

“ISUTW juga dapat menjadi strategi peningkatan daya saing industri pengolahan rempah dan bumbu masak Indonesia melalui fasilitas kemudahan akses bahan baku, peningkatan teknologi, kompetensi sumber daya manusia dan mutu produk,” papar Menperin Agus.

Video Terkait