Dapat Angin Segar dari Cina, Negara Ini Sumringah Bisa Ekspor Wol

Ilustrasi domba wol. (Unsplash/Sam Carter)

Editor: Dera - Kamis, 25 Agustus 2022 | 10:30 WIB

Departemen Pertanian, Reformasi Lahan, dan Pembangunan Pedesaan Afrika Selatan mengatakan bahwa Pemerintah Cina telah mencabut pembatasan impor wol dari negaranya.

Melansir news24,nilai wol yang diproduksi di Afrika Selatan mencapai sekitar R5 miliar (sekitar Rp4,3 triliun) per tahun. Biasanya, antara 70% dan 80% diekspor ke Cina.

Pada bulan April tahun ini, Cina memberlakukan larangan impor wol Afrika Selatan menyusul wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) di beberapa bagian negara itu.

Larangan Cina menyebabkan terjadinya penurunan tajam pada harga lelang wol baru Afrika Selatan untuk musim ini.

CEO National Wool Growers Association of SA (NWGA), Leon de Beer, memperingatkan dampak yang lebih besar jika larangan Cina tetap berlaku.

Pencabutan larangan tersebut merupakan berita bagus bagi semua orang yang terlibat dalam rantai nilai wol,” ujar De Beer.

Selain sekitar 8.000 peternak domba komersial, ada sekitar 40.000 peternak kecil komunal yang berkontribusi 14% terhadap total ekspor wol Afrika Selatan. Sejauh ini, industri wol negara itu diperkirakan telah kehilangan sekitar R734 juta (sekitar Rp640 miliar) dalam ekspor ke Cina.

Menteri Pertanian, Reformasi Lahan, dan Pembangunan Pedesaan Afrika Selatan, Thoko Didiza, dan Menteri Perdagangan Industri dan Persaingan,  Ebrahim Patel, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menyambut baik keputusan Cina untuk mencabut larangan tersebut.

Menurut Patel, keterlibatan dengan Cina dilakukan dengan cara yang positif dan upaya terkoordinasi dari berbagai bagian pemerintah Afrika Selatan telah sangat membantu.

Organisasi pertanian lokal menganggap larangan Cina sebagai langkah yang tidak dapat dibenarkan, karena sejauh ini tidak ada wabah PMK yang tercatat di daerah utama penghasil wol. Selain itu, industri wol lokal juga memiliki langkah-langkah untuk melindungi wol.

Baca Juga: Dapat Angin Segar dari Cina, Negara Ini Sumringah Bisa Ekspor Wol
Koperasi Peternak Surabaya Ekspor 2.650 Ekor Domba ke Brunei

Pekan lalu, Didiza mengumumkan larangan nasional selama 21 hari untuk memindahkan ternak guna mencegah penyebaran penyakit. Namun akan ada pengecualian, termasuk jika ada izin dokter hewan untuk penyembelihan langsung di rumah potong hewan yang terdaftar dan untuk penyembelihan tujuan ritual.

Pembatasan pergerakan ternak diharapkan dapat menghentikan penyebaran PMK dan meningkatkan stabilitas pasar ekspor wol.