Pedagang Pasar Beberkan Penyebab Harga Telur Ayam Masih Tinggi

Telur Siap Kirim ke Agen Penyalur PKH. (SariAgri/yongki)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Rabu, 31 Agustus 2022 | 15:45 WIB

Sariagri - Harga telur ayam dilaporkan masih mengalami kenaikan hingga pekan ke empat Agustus 2022. Bahkan harga telur menyentuh level tertinggi sepanjang tahun ini. Menurut data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, harga telur ayam mencapai Rp31.500 per kilogram pada hari ini, Rabu (31/8).

Ketua Umum DPP Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri mengatakan harga telur saat ini berada di kisaran Rp31.000 hingga Rp32.000 per kilogramnya. Pihaknya mencatat kini masyarakat pembeli telur banyak yang beralih ke komoditas tempe, tahu dan ikan.

"Peralihannya untuk yang kami lihat banyak beralih ke tempe tahu dan ikan itu survey kami beberapa waktu lalu," ujar Abdullah kepada Sariagri.

Penyebab Harga Telur Tinggi

Abdullah menuturkan persoalan harga telur tinggi saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh supply dan demand. Menurutnya, harga telur tinggi saat ini disebabkan oleh harga pakan tinggi, bibit ayam mahal dan distribusi yang terkendala.

"Persoalan telur itu enggak hanya masalah supply dan demand ya. Ada pengaruh dari DOC-nya tinggi, pakan tinggi, terus distribusi juga mengalami persoalan. Pasokannya juga enggak begitu banyak, itu juga yang membuat harga semakin tinggi," jelasnya.

"Kami sedang melakukan upaya percepatan distribusi, sehingga harga bisa cepat turun," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyebut akan melakukan intervensi jika harga telur ayam tak turun dalam 1 minggu. Ia berpendapat kalau kenaikan harga telur tak bisa dilepas dari mekanisme pasar dalam menemukan kembali harga keseimbangannya.

Baca Juga: Pedagang Pasar Beberkan Penyebab Harga Telur Ayam Masih Tinggi
Harga Telur Melonjak Tajam, Pedagang Pasar: Daya Beli Masyarakat Turun

“Di mana ada faktor biaya produksi seperti yang disampaikan Presiden, ada kenaikan variable cost-nya sehingga harga menyesuaikan,” katanya.

Lebih lanjut, Arief menjelaskan jika angka harga telur masih bertahan di Rp30 hingga pekan ini, maka pihaknya akan turun melakukan operasi pasar.

Video Terkait