Akibat Kekeringan Eksportir Beras Terbesar Dunia Batasi Pengiriman

Ilustrasi beras bahan alami untuk kecantikan. (Pixabay)

Editor: Reza P - Jumat, 9 September 2022 | 13:00 WIB

Sariagri - India melarang ekspor beras pecah dan memberlakukan bea 20% pada ekspor berbagai tingkatan beras pada Kamis (9/9). Kebijakan ini diambil karena pengekspor biji-bijian terbesar di dunia itu mengalami gangguan pasokan dalam negeri dan lonjakan harga lokal, menyusul turunnya produksi beras akibat rendahnya curah hujan.

Pemerintah India telah mengecualikan beras pratanak dan basmati dari bea ekspor, yang berlaku mulai 9 September 2022.

Curah hujan di bawah rata-rata di negara bagian penghasil beras utama seperti Benggala Barat, Bihar dan Uttar Pradesh telah menimbulkan kekhawatiran atas produksi beras India. Negara itu juga telah melarang ekspor gandum dan membatasi pengiriman gula tahun ini.

Selama ini India mengekspor beras ke lebih dari 150 negara, dan setiap pengurangan pengirimannya akan meningkatkan tekanan pada harga pangan dunia, yang sudah meningkat karena kekeringan, gelombang panas, dan invasi Rusia ke Ukraina.

India menyumbang lebih dari 40% pengiriman beras global dan bersaing dengan Thailand, Vietnam, Pakistan dan Myanmar di pasar dunia.

Ekspor beras India menyentuh rekor 21,5 juta ton pada tahun 2021, lebih banyak dari pengiriman gabungan dari empat eksportir biji-bijian terbesar dunia berikutnya: Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Amerika Serikat.

Sementara itu, pengenaan tarif baru (20%) kemungkinan akan membuat banyak negara enggan membeli beras dari India, dan mendorong pembeli untuk beralih ke saingannya yakni Thailand dan Vietnam.

Bea masuk akan mempengaruhi harga beras putih dan beras merah, yang menyumbang lebih dari 60% ekspor India, kata B.V. Krishna Rao, Presiden Asosiasi Eksportir Beras Seluruh India.

"Dengan bea masuk ini, pengiriman beras India menjadi tidak kompetitif di pasar dunia. Pembeli akan beralih ke Thailand dan Vietnam," kata Rao.

Baca Juga: Akibat Kekeringan Eksportir Beras Terbesar Dunia Batasi Pengiriman
Harga Pangan Dunia Diproyeksikan akan Naik di Tahun 2021

New Delhi juga melarang ekspor beras pecah 100%, yang diimpor oleh beberapa negara miskin Afrika untuk konsumsi manusia, meskipun varietas itu sebagian besar digunakan untuk keperluan pakan ternak.

Larangan pengiriman beras pecah akan berdampak buruk pada pembelian China untuk tujuan pakan. China merupakan pembeli beras pecah terbesar, dengan pembelian 1,1 juta ton pada tahun 2021, sementara negara-negara Afrika seperti Senegal dan Djibouti membeli beras pecah untuk konsumsi manusia.

Video Terkait