Oktober, Pengusaha Ritel Pasar Modern Ancang-ancang Naikkan Harga

Ilustrasi sejumlah kendaraan mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina di rest area kilometer 57 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat. (Antara)

Editor: Yoyok - Sabtu, 10 September 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah, mengatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang telah diputuskan oleh pemerintah akan ikut memicu kenaikan harga-harga ritel di pasar modern pada bulan Oktober mendatang.

Hal ini dikarenakan, biasanya apabila ada kenaikan harga BBM maka sudah ada pembicaraan kepada supplier dan ritel dan dilaporkan satu bulan sebelum kenaikan.

"Jadi kami masih punya buffer (penahan) hanya sampai di bulan ini saja. Bulan Oktober pasti ada kenaikan untuk di modern market, karena pakai sistem komputer. Tapi kalau di pasar tradisional saya rasa sudah ada yang naik," ungkap Budi di Jakarta, kemarin.

Oleh karena itu, dirinya berharap kepada pemerintah untuk dapat meningkatkan efisiensi logistik dan transportasi. Selain itu, biaya tinggi seperti pengurusan perizinan diharapkan bisa ditekan sehingga kenaikan parameter biaya yang lain tidak akan ikut naik.

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, mengatakan bahwa kenaikan harga BBM akan berdampak terhadap harga barang ataupun produk ritel yang pada akhirnya akan berdampak terhadap daya beli masyarakat, terutama bagi kalangan menengah bawah.

Baca Juga: Oktober, Pengusaha Ritel Pasar Modern Ancang-ancang Naikkan Harga
Akibat BBM Naik, Bulog Akan Lakukan Operasi Pasar

Namun dirinya bilang, pemerintah sudah memahami hal tersebut sehingga pemerintah sudah merencanakan dan bahkan sudah merealisasikan berbagai subsidi dan bantuan sosial (bansos) guna menopang daya beli masyarakat agar tidak terpuruk terlalu dalam.

Seperti diketahui, pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi pertalite menjadi Rp 10.000 per liter dari sebelumnya Rp 7.650 per liter. Sementara, Solar juga mengalami penyesuaian harga dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter.

Video Terkait