Ekspor Pertanian Naik di 2022 Capai 3,05 Miliar Dolar AS

Mentan Syahrul Yasin Limpo bersama Menko PMK Muhajir Effendi lepas Ekspor Pertanian. (Dok Kementan)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Reza P - Jumat, 16 September 2022 | 14:45 WIB

Sariagri - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa hingga bulan Agustus lalu, ekspor pertanian tahun 2022 telah capai 3,05 miliar Dolar AS.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto menyebutkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ekspor pertanian Januari–Agustus tahun ini naik 17,14 persen. Secara kontribusi, sektor pertanian berada pada posisi ketiga, setelah sektor industri dan tambang.

Share terbesarnya berada pada sektor industri dengan share 71,55 persen, tambang 21,30 persen, migas 5,58 persen dan pertanian 1,57 persen," kata Setianto.

Setianto menambahkan, total ekspor kumulatif pada periode Januari sampai dengan Agustus ini mencapai US$ 194,6 miliar atau meningkat sebesar 35,42 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sedangkan untuk ekspor non migasnya meningkat 35,24 persen menjadi US$ 183,73 miliar.

"Sejauh ini kinerja ekspor unggulan masih didominasi minyak kelapa sawit, besi dan baja maupun baru bara," ujarnya.

Khusus bulan Agustus, sektor pertanian juga disebut mengalami peningkatan. Ekspor pertanian membukukan transaksi senilai US$ 450 juta. Apabila dihitung secara bulanan (M-to-M) Agustus 2022 terhadap Juli 2022, ekspor pertanian meningkat 16,99 persen. Sementara secara tahunan atau (Y-on-Y) juga mengalami kenaikan 31,17 persen.

"Kenaikan tersebut utamanya didorong oleh komoditas kopi, buah-buahan tahunan, sarang burung walet, rumput laut, sayur-sayuran dan lainnya," katanya.

Baca Juga: Ekspor Pertanian Naik di 2022 Capai 3,05 Miliar Dolar AS
Dapat ‘Durian Runtuh’ dari Harga Komoditas, Ekspor RI Melesat 19,74 Persen

Peningkatan ekspor pertanian tersebut linier dengan peningkatan ekspor Indonesia secara keseluruhan. Tercatat total ekspor di bulan Agustus mencapai US$ 27,91 miliar atau naik sebesar 9,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan bahwa kinerja ekspor pertanian terus dipacu melalui berbagai program dan kebijakan. Di antaranya program gerakan tiga kali ekspor (geratieks) maupun peningkatan produksi pangan nasional.

"Kita terus meningkatkan produksi dalam negeri untuk mengakselerasi peningkatan ekspor,"pungkasnya.