Ternyata Ini Penyebab Ekspor Pangan RI Kerap Ditolak Negara Lain

Ilustrasi rempah. (Foto Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Rabu, 21 September 2022 | 14:15 WIB

Sariagri - Sejumlah produk pangan segar asal Indonesia masih menghadapi persoalan penolakan di sejumlah negara mitra dagang. Alasannya, produk ekspor pangan belum memenuhi standar kemanan dan mutu pangan yang ditetapkan secara internasional.

Kepala Badan Pangan Nasional (NFA) Arief Prasetyo Adi mengatakan, terkait persoalan ekspor menjadi tantangan selain adanya masalah penyakit bawaan pangan. Oleh karenanya, diperlukan perhatian khusus mengenai kemanan dan mutu pangan.

"Sampai saat ini kita masih hadapi masalah pangan, penolakan ekspor dan masalah penyakit bawaan pangan, disebabkan tidak terpenuhinya standar kemanan dan mutu pangan. Sehingga kita perlu mengambil langkah antisipatif, adaptif, dan dinamis terhadap perubahan lingkungan strategis, baik di nasional maupun internasional," katanya, di Bekasi, Selasa (20/9).

Adapun salah satu produk yang sempat ditolak ekspor adalah rempah pala. Ini menjadi salah satu tantangan bagi perdagangan pala secara internasional. Dengan penyamaan persepsi soal standar mutu pangan, ia berharap permasalahan serupa tak akan terjadi lagi.

"Kita juga ada beberapa produk yang kita mulai ekspor, sehingga jangan sampai seperti kemarin, pala, yang dikirim ke Eropa, sampai di sana enggak memenuhi standar di sana," terangnya.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Ekspor Pangan RI Kerap Ditolak Negara Lain
Akibat Kekeringan Eksportir Beras Terbesar Dunia Batasi Pengiriman

Selain ekspor, Arief juga menekankan standar yang sama perlu berlaku untuk produk pangan segar impor. Hal ini bertujuan untuk menjamin keamanan yang dikonsumsi masyarakat.

"Kebalikannya juga, apabila memang ada kebutuhan, ketersediaan dari luar, ini juga jadi corcern kita, sehingga barang yang keluar atau pangan yang masuk yang produk segar ini bisa kita jamin keamanan dan mutu pangannya," jelasnya.

Video Terkait