Ternyata Ini Penyebab Harga Beras Rata-rata Naik Rp1.000 per Kg

Ilustrasi beras bahan alami untuk kecantikan. (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Rabu, 21 September 2022 | 20:00 WIB

Sariagri - Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi menyampaikan bahwa rata-rata harga beras naik Rp1.000 per kilogram sejak awal bulan ini. 

"Dari awal bulan (September) itu mulai naik harga beras, rata-rata Rp1.000 per kilogram. Gabar kering panen juga naik harganya berkisar Rp5.500 sampai Rp6.000 per kilogram," ujar Qomarunnajmi kepada Sariagri melalui pesan singkat.

Qomarunnajmi menerangkan, penyebab harga beras naik saat ini dikarenakan lantaran curah hujan yang tinggi dan belum memasuki musim panen. Menurutnya, curah hujan membuat para petani sulit untuk mengolah pasca panen.

"Padi belum masuk panen raya. Sementara yang sudah mulai panen, di bagian pasca panen juga ada kendala karena masih sering hujan," tambahnya.

Diwartakan sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan beri peringatan jika harga beras naik, meski hanya Rp100 saja, maka bisa berdampak pada lonjakan inflasi hingga 3,3 persen.

Zulhas, menerangkan kebutuhan pokok merupakan hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Karena itu, ia berjanji untuk menjaga stok dan stabilitas harga.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Harga Beras Rata-rata Naik Rp1.000 per Kg
Kemendag Terus Pantau Pergerakan Harga Kedelai Dunia

"Memang beras naik dikit, tapi beras itu walau naik Rp100 perak berbahaya. Karena dia (beras) akan memberikan dampak ke inflasi itu 3,3 persen lebih," kata Zulhas beberapa waktu lalu.

Zulkifli juga menjelaskan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga sudah meminta dan mengarahkan para walikota dan gubernur untuk peka dan mengecek harga pangan, termasuk beras di daerahnya masing-masing.

Video Terkait