Soal Kenaikan Harga Beras, Vietnam Bantah Kongkalikong dengan Thailand

Ilustrasi beras. (indianexpress.com)

Editor: Dera - Jumat, 23 September 2022 | 12:30 WIB

Sariagri - Menteri Pertanian Vietnam mengatakan bahwa negaranya tidak akan melakukan kesepakatan dengan Thailand untuk bersama-sama menaikkan harga beras global. 

Kementerian Pertanian kedua negara "hanya melakukan kegiatan kerja sama umum" kata Menteri Pertanian Vietnam Le Minh Hoan dalam sebuah pernyataan selama pertemuan di Hanoi.

Mengutip Reuters, Vietnam mengeluarkan pernyataan terkait harga beras global setelah sebulan yang lalu pejabat Thailand mengatakan kedua negara sepakat untuk bekerja sama dalam menaikkan harga beras di pasar global.

Kedua negara memulai pembicaraan pada Mei 2022. Seorang juru bicara Thailand kemudian mengatakan bahwa tujuan mereka menaikkan harga beras global adalah untuk meningkatkan pengaruh kedua negara di pasar global dan meningkatkan pendapatan petani.

Thailand dan Vietnam menyumbang sekitar 10 persen dari produksi beras global dan 26 persen dari ekspor global, menurut Departemen Pertanian AS. Eksportir Thailand mengatakan kartel harga tidak mungkin dilakukan karena membuat Thailand dan Vietnam tidak kompetitif.

Asosiasi Pangan Vietnam mengatakan akhir bulan lalu ekspor beras negara itu diperkirakan meningkat menjadi 6,3 juta hingga 6,5 ??juta ton tahun ini. Pada 2021 jumlah ekspor beras Vietnam sekitar 6,24 juta ton. 

Baca Juga: Soal Kenaikan Harga Beras, Vietnam Bantah Kongkalikong dengan Thailand
Ternyata Ini Penyebab Harga Beras Rata-rata Naik Rp1.000 per Kg

Sementara India, pengekspor beras terbesar di dunia, melarang ekspor beras menir (broken rice). India tengah berupaya mengendalikan harga beras domestik, melarang ekspor beras menir dan mengenakan pajak ekspor 20 persen untuk beberapa jenis beras mulai 9 September.

Nomura mengatakan dampaknya terhadap Asia tidak akan merata. Namun Filipina dan Indonesia akan paling rentan terhadap larangan tersebut. India menyumbang sekitar 40 persen dari beras global, mengekspor ke lebih dari 150 negara.

Video Terkait