Sindir 100 Hari Kerja Mendag, Pedagang Pasar: Terlalu Banyak Pencitraan!

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat mengunjungi Pasar Tomang, Jakarta Barat. (Humas Kemendag)

Editor: Dera - Rabu, 28 September 2022 | 15:30 WIB

Sariagri - Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyoroti 100 hari kerja Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan.

Secara blak-blakan, Ikappi menyebut Zulkifli Hasan (Zulhas) sibuk pencitraan dibanding mengevaluasi harga eceran tertinggi (HET) pangan.

“Kami melihat mendag cenderung terlalu banyak pencitraan. Kami paham bahwa sudah menjelang Pemilu 2024 dan sangat wajar apabila ketua partai ingin elektabilitas lembaganya naik, namun kami berharap menteri jangan terlalu banyak pencitraan dulu,” kata Ketua Bidang Penguatan Usaha dan Investasi DPP Ikappi Ahmad Choirul Furqon dalam keterangannya pada Rabu (28/9/2022).

Menurutnya, belum ada hal signifikan yang dibuat oleh mendag. Pihaknya pun berharap, pria yang disapa Zulhas itu melakukan kerja nyata yang menyentuh ke kehidupan masyarakat kecil.

Menurut dia, jika kinerja mendag baik maka kepercayaan publik juga akan meningkat terhadap partai yang dipimpinnya. Namun nyatanya setelah kenaikan harga BBM subsidi, harga kebutuhan pokok justru mengalami kenaikan. 

“Sebagai menteri teknis yang langsung berhubungan dengan ini, kami berharap mendag bisa muncul sebagai problem solver. Jadi, urusan pencitraan kami harap dikesampingkan terlebih dahulu,” ujar Furqon.

Lebih lanjut dirinya menambahkan, bahwa Mendag Zulhas harus lebih banyak belajar, termasuk soal evaluasi harga eceran tertinggi dan permudah distribusi pangan. Pasalnya, ancaman krisis pangan kian nyata. Bahkan menurutnya, Presiden Joko Widodo sudah mewanti-wanti soal ketahanan pangan. 

Baca Juga: Sindir 100 Hari Kerja Mendag, Pedagang Pasar: Terlalu Banyak Pencitraan!
Krisis Pangan di Depan Mata, Uni Eropa Sepakat Modernisasi Pertanian

“Padahal tugas seorang menteri yaitu membantu Presiden dalam menajemen negara. Presiden memberikan imbauan ini tentu berdasarkan data yang akurat, terlebih Food And Agricultural Organization (FAO) juga berkali kali memberikan red alert adanya bahaya krisis pangan,” katanya.

“Kementan sebagai kementerian teknis yang menyiapkan produk, Kemendag sebagai manajemen dalam distribusi barang, kalau kedua lembaga ini kerja sama dengan baik, maka Indonesia tidak akan ada krisis pangan,” tutupnya.

Video Terkait