Dampak BBM! Harga Kedelai Impor Mahal, Produsen Tahu Naikan Harga

Prdodusen Tahu naikkan harga akibat kenaikan BBM. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 30 September 2022 | 12:15 WIB

Sariagri - Menyikapi harga kedelai yang terus merangkak naik ditambah dengan dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), para pengusaha industri tahu yang ada di wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur sepakat menaikan harga jual tahu.

Kesepakatan ini terjadi secara mufakat setelah ratusan produsen tahu berkumpul dan menyetujui dilakukannya kenaikan harga tahu sebesar Rp2.000 per papan.

Ketua paguyuban pengusaha tahu Pacitan, Dodik Winoto mengatakan kesepakatan menaikan harga jual lantaran harga kedelai impor tidak kunjung turun, bahkan  cenderung terus meningkat.

“Kedelai impor terus naik meski terlihat kecil Rp200 kenikannya, namun akumulasinya sangat terasa oleh para pengusaha tahu. Ditambah kenaikan harga BBM ini korelasinya signifikan banget dengan kelangsungan produksi,” terang Dodik saaat ditemui Sariagri di tempat usaha tahu miliknya Langgeng Jaya, di Dusun Pager, Desa Arjowinangun, Pacitan, Jumat (30/9/2022).

Bahkan rencana kenaikan harga jual tahu sudah diumumkan dan ditempel di sejumlah dinding tempat produksi tahu di wilayah Pacitan. Dalam pengumuman disampaikan harga tahu naik mulai 1 oktober mendatang.

Baca Juga: Dampak BBM! Harga Kedelai Impor Mahal, Produsen Tahu Naikan Harga
Gara-gara BBM Naik, Perajin Tahu Tempe: Semua Serba Sulit Sekarang

Kenaikan tersebut, sebesar Rp2.000 dari sebelumnya dijual seharga Rp26.000 nantinya akan naik menjadi Rp28.000 per papan. Kenaikan harga ini efektif mulai diterapkan pada 1 oktober mendatang. Agar para pelanggan tidak kaget.

“Kenaikan tersebut menyusul harga kedelai impor tak kunjung turun ditambah beban harga BBM yang juga ikut naik. Saat ini harga kedelai impor mencapai Rp13.000 perkilonya. Sebelumnya dikisaran Rp11.000 hingga rp12.800,” pungkasnya.

 

Video Terkait