Impor Jagung RI Turun dalam 7 Tahun Terakhir

Ilustrasi Jagung. (Pixabay)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Selasa, 4 Oktober 2022 | 19:30 WIB

Sariagri - Presiden Joko Widodo merasa kagum dengan menurunnya angka impor komoditas jagung yang diikuti dengan adanya peningkatan produksi.

"Jadi saya kagum urusan jagung. Urusan jagung itu sudah sekian tahun kita impor tiga setengah juta ton per tahun dan sudah 7 tahun ini sampai hari ini sudah anjlok impor kita tinggal 800.000 ton per tahun," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acaran Gerakan Kemitraan Inklusif untuk UMKM Naik Kelas secara virtual, Senin (3/10).

Lebih lanjut, Jokowi meminta petani komoditas lain bisa meniru keberhasilan petani jagung. Misalnya, dengan bermitra antara perusahaan besar dengan petani.

"Kalau jagung bisa, padi juga bisa, singkong, kopi, semua. Itu menjadi tugas perusahaan. Jangan sampai perusahaan-perusahaan besar di daerah besar, tapi lingkungannya miskin, warung-warungnya kumuh," jelasnya.

Jokowi menambahkan, meningkatkan produktivitas jagung dikarenakan adanya pendampingan terhadap para petani. Untuk gambaran, biasanya 1 hektar hanya mampu menghasilkan produksi 4 ton, tetapi sekarang 1 hektar bisa 8 ton.

Baca Juga: Impor Jagung RI Turun dalam 7 Tahun Terakhir
CIPS: Pemerintah Tidak Perlu Anti Impor Jagung Karena Bukan Komoditas Unggulan Komparatif

"Cost produksi paling Rp1.800 hingga Rp1.900 (per kg). Itu yang saya tahu waktu ke Dompu. Jualnya bisa Rp3.800 per kg, Untungnya sudah 100 persen," jelasnya.

Kedepan, Jokowi juga mendorong pendampingan untuk untusan pengemasan. Sebab, pada proses ini bisa meningkatkan nilai tambah produk. "Packaging didampingi. Pemerintah tidak mungkin melakukan itu. yang bisa dan cepat melakukan adalah kegiatan kemitraan pagi ini yang akan kita mulai," pungkasnya.

Video Terkait