Kejar Target Pertanian, Negara Ini Ingin Ekspor Jeruk ke Cina

Ilustrasi jeruk. (Foto: Unsplash)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Minggu, 9 Oktober 2022 | 23:00 WIB

Setelah mengalami kerawanan pangan selama dua dekade, Zimbabwe tengah berusaha menghilangkan ketergantungan impor tanaman pokok dan merebut kembali status sumber pangan regional.

Pada 2022, negara Afrika bagian selatan tersebut mengharapkan panen yang memecahkan rekor lebih dari 380.000 ton gandum dibandingkan dengan konsumsi tahunan yang dibutuhkan sebesar 360.000 ton.

 Ini menyiratkan bahwa ada surplus tahun ini. Ini panen yang luar biasa, kata John Basera, Sekretaris Tetap Kementerian Pertanahan, Pertanian, Perikanan, Air dan Pembangunan Pedesaan Zimbabwe, seperti dikutip Xinhua.

Gandum merupakan sereal terpenting di Zimbabwe setelah tanaman pokok jagung. Musim lalu, petani menghasilkan gandum yang cukup untuk memenuhi pasokan domestik selama sembilan bulan.

Tahun 2020 kami berhasil memanen 45.000 hektare, naik dari sebelumnya. Tahun 2021 kami lakukan 66.000 hektare,” tambahnya.

Produksi tanaman menurun secara signifikan selama bertahun-tahun karena gangguan yang disebabkan program reformasi tanah, yang mempengaruhi kapasitas negara untuk memenuhi kebutuhan biji-bijiannya.

Melalui program reformasi pertanahan yang dimulai pada awal 2000-an, pemerintah wajib mengakuisisi tanah pertanian dari petani kulit putih untuk memukimkan kembali orang kulit hitam yang tidak memiliki tanah sebagai cara untuk memperbaiki ketidakseimbangan kepemilikan tanah kolonial.

Zimbabwe juga sering mengalami kekeringan selama bertahun-tahun karena perubahan iklim. Pada tahun 2020, negara itu meluncurkan Strategi Transformasi Sistem Pertanian dan Pangan untuk mempercepat produksi dan pertumbuhan pertanian.

Dalam produksi jagung, lebih dari 3 juta rumah tangga pedesaan ditargetkan untuk mendapat dukungan Program Masukan Presiden pada musim tanam 2022/2023.

Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan hasil biji-bijian per satuan luas melalui penerapan pertanian konservasi dan penerapan praktik pertanian yang efisien seperti pengelolaan kepadatan, rotasi tanaman, serta pengelolaan hama dan gulma.

Dalam produksi kacang-kacangan, dorongan untuk meningkatkan produksi kacang tanah oleh pemerintah pada musim tanam musim panas 2022/2023 diperkirakan akan meningkatkan panen tahun depan sebesar 75 persen.

Guna meningkatkan ekspornya, Pemerintah Zimbabwe saat ini berupaya meningkatkan produksi untuk memenuhi permintaan global akan buah jeruk.

Baca Juga: Kejar Target Pertanian, Negara Ini Ingin Ekspor Jeruk ke Cina
Sebuah Pesan Penting dari Pertemuan Menteri Pertanian di G20

Negara itu sedang menyelesaikan persiapan untuk memulai ekspor jeruk segar ke Cina, menyusul inspeksi virtual yang dilakukan oleh Administrasi Umum Kepabeanan Cina pada bulan Agustus lalu.

John Bhasera mengatakan kepada Xinhua bahwa setelah inspeksi, Zimbabwe akan menyelesaikan laporan pasca-inspeksi untuk diserahkan ke Cina.