Siasat Pengusaha Tahu Tuna Hadapi Kenaikan Harga Kedelai

Perajin tahu di Pacitan, Jawa Timur. (Sariagri/Arief L)

Editor: Dera - Sabtu, 22 Oktober 2022 | 16:00 WIB

Sariagri - Kenaikan harga bahan baku kedelai impor yang saat ini telah mencapai Rp13.400 per kilogram mulai menimbulkan efek domino. Menyikapi naiknya harga kedelai ini, seluruh produsen tahu di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur telah mengumumkan kesepakatan untuk menaikan harga jual sejak 1 Oktober lalu.

Naiknya harga tahu ini pun diikuti oleh para pengusaha tahu tuna yang ada di Wilayah Pacitan. Menurut Deni Hermanto, Ketua paguyuban pengusaha tahu tuna Pacitan, naiknya harga tahu membuat para pengusaha jajanan tahu tuna ikut menyesuaikan harga atau naik Rp1.000 per bungkusnya.

"Seperti kelompok usaha tahu tuna yang ada di lingkungan Teleng, Kelurahan Sidoharjo, Pacitan, sudah mulai menyesuaikan harga atau menaikan harga sejak beberapa waktu lalu. Harga satu bungkus tahu tuna yang biasanya dijual Rp9.000, kini naik menjadi Rp10.000,” terang Deni Hermanto kepada Sariagri, Sabtu (22/10/2022). 

Kenaikan harga Jajanan khas kota seribu satu goa itu juga sudah disepakati oleh seluruh pengusaha tahu tuna di wilayah tersebut. Para perajin tahu tuna memutuskan menaikan harga lantaran bahan baku produksi juga naik. Seperti harga tahu yang semula Rp26.000, kini naik menjadi Rp28.000 per papan.

Selain itu, imbas kenaikan harga BBM juga membuat harga bahan pokok lain juga meningkat, sehingga biaya produksi jadi membengkak.

“Sebetulnya berat juga untuk menaikan harga jual tahu tuna, karena sudah banyak pelanggan yang biasa pesan dengan harga lama. Namun mau dikata apa, ini sudah keputusan tetap yang diambil para pengusaha, demi mempertahankan usaha agar tidak bangkrut,” ujarnya.

Akibat menaikan harga ini, pengusaha tahu tuna sudah siap mengambil risiko. Konsekuensi yang terjadi yakni ada penurunan minat beli masyarakat lantaran harga jual tahu tuna dinaikan.

Baca Juga: Siasat Pengusaha Tahu Tuna Hadapi Kenaikan Harga Kedelai
Harga Kedelai Tembus Rp13.400, Produsen Tahu Tempe Mulai Resah

Dalam sehari produksi tahu tuna milik Deni ini menghabiskan sebanyak 50 papan tahu. Sementara sejak harganya naik, penjualannya menurun hingga 40 persen dari biasanya.

“Penurunan sekitar 40 persen dibandingkan sebelumnya. Penuruan ini, juga disebabkan daya beli masyarakat masih lemah pasca pemerintah menaikan harga BBM bulan September lalu. Semoga ekonomi masyarakat bisa kembali pulih dan semangat belanja tahu tuna bisa naik lagi,” tandasnya.