Ancaman Krisis Pangan, Rusia Batalkan Kesepakatan Ekspor Gandum Ukraina

Ilustrasi ladang gandum. (Foto: Unsplash)

Editor: Yoyok - Senin, 31 Oktober 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Harga biji-bijian diprediksi melonjak setelah Rusia tiba-tiba membatalkan kesepakatan yang memungkinkan komoditas gandum dari Ukraina dikirim dari Laut Hitam ke negara-negara yang paling membutuhkannya. 

Langkah mendadak Rusia tersebut telah membuat para pemimpin berebut untuk menyelamatkan perjanjian yang ditengahi oleh PBB dan Turki.  

Kebijakan tersebut bertujuan untuk menyelamatkan populasi yang rentan di dunia dari risiko kelaparan akibat ancaman krisis pangan. 

Kesepakatan yang dicapai pada bulan Juli 2022 tersebut telah membantu meredam harga gandum setelah mereka meroket ke rekor tertinggi setelah perang Rusia vs Ukraina pada akhir Februari. Kemunduran ini dikhawatirkan dapat memperburuk inflasi yang sudah parah dan memperdalam krisis pangan global. 

"Kami pasti akan membuka harga lebih tinggi," kata Charlie Sernatinger, kepala gandum global berjangka di ED&F Man Capital Markets Inc. di Chicago seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (31/10/2022). 

Namun, pedagang belum bisa memprediksi seberapa besar lonjakan harga gandum jika tidak ada kesepakatan yang dicapai untuk memperpanjangnya. 

Selama akhir pekan, Turki dan PBB bekerja untuk menyelamatkan perjanjian itu, bahkan ketika Rusia mengatakan langkah selanjutnya hanya dapat ditentukan setelah penyelidikan penuh atas serangan terhadap armada angkatan lautnya. 

Kedua pihak, bersama Ukraina, sepakat agar kapal yang membawa makanan dari pelabuhan Ukraina berlayar pada Senin (31/10/2022), menimbulkan tantangan bagi Moskow dan berpotensi menimbulkan dampak pembatalan dari Rusia. 

Harga komoditas biji-bijian berjangka diprediksi tidak akan naik secara dramatis seperti yang terjadi pada Maret 2022. Pasalnya sebagian pedagang sudah mengetahui bahwa Ukraina akan jauh dari potensi produksi penuhnya tahun ini. 

“Produsen lain telah menyesuaikan,” kata David Laborde dari Institut Penelitian Kebijakan Pangan Internasional di Washington. Namun, harga biji-bijian berpotensi naik antara 5 persen dan 10 persen dalam beberapa hari mendatang karena pasar menyerap berita buruk atas keputusan Rusia. 

Pada Jumat (29/10/2022), harga gandum Chicago jatuh 10 persen pada Oktober, terbesar sejak Juni 2022, sebagian karena berkurangnya kekhawatiran pasokan. 

Money manager meningkatkan posisi net-bearish di kontrak berjangka ke level tertinggi sejak Juni 2020, menurut data mingguan terbaru pemerintah AS. 

Biasanya, dunia bergantung pada wilayah Laut Hitam untuk lebih dari seperempat ekspor gandum dan jelai tahunan. Ini sekitar seperlima dari kargo jagung dan sebagian besar pengiriman minyak bunga matahari. 

Baca Juga: Ancaman Krisis Pangan, Rusia Batalkan Kesepakatan Ekspor Gandum Ukraina
Kekhawatiran Resesi Global Tekan Pasar, Harga Kedelai Merosot

Seiring dengan pengurangan ekspor, penghentian awal kesepakatan Laut Hitam membahayakan rute ekspor utama pupuk yang diandalkan oleh petani untuk menanam banyak tanaman. 

"Ini juga berarti para petani menghadapi kemungkinan kurangnya ruang penyimpanan untuk gandum dan jagung tanpa tujuan," kata Chris Trant, kepala meja pertanian AS di HedgePoint Global Markets.