Gara-gara Perang Rusia-Ukraina, Cina Tingkatkan Impor Jagung Asal Brasil

Ilustrasi jagung. (pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 4 November 2022 | 12:45 WIB

Otoritas Bea Cukai Cina melakukan pembaruan terhadap daftar eksportir jagung Brasil yang disetujui pada hari Rabu (3/11) kemarin. Seorang pejabat pertanian Brasil menyebut keputusan itu akan meningkatkan penjualan jagung asal negaranya ke Cina.

Persetujuan itu juga akan membentuk kembali arus perdagangan global dan menyebabkan penurunan penjualan para petani di Amerika Serikat, yang merupakan pemasok jagung terbesar dunia.

Cina mengandalkan Amerika Serikat dan Ukraina untuk sebagian besar pasokan jagungnya, tetapi invasi Rusia ke Ukraina telah mengganggu ekspor itu.

Ini menjadi alternatif yang baik untuk Brasil, memiliki (lebih) pasar untuk mengirim produk,” ujar Direktur Inspeksi Produk Sayuran Kementerian Pertanian Brasil, Glauco Bertoldo, seperti dikutip Reuters.

Dia menjelaskan bahwa daftar fasilitas Brasil yang telah disetujui untuk melakukan ekspor jagung ke Cina dapat diperbarui untuk memasukkan lebih banyak unit dalam beberapa minggu mendatang.

Daftar terbaru di situs web Administrasi Umum Bea Cukai Cina menunjukkan 136 fasilitas ekspor jagung, termasuk fasilitas yang dimiliki oleh Archer-Daniels-Midland Co, (ADM.N), Bunge Ltd (BG.N), Cargill, Louis Dreyfus Company, dan Cofco Internasional.

Cofco menolak berkomentar, sementara eksportir lain tidak segera menanggapi permintaan komentar. Impor Cina dalam jumlah kecil dari Brasil mungkin segera dimulai, tetapi pengiriman yang lebih besar diperkirakan tidak akan dilakukan sampai panen berikutnya yang dimulai pada awal tahun 2023.

Beijing dan Brasilia telah menandatangani protokol untuk mengekspor jagung dari Brasil ke Cina pada tahun 2014 lalu. Namun, hanya sedikit perdagangan yang terjadi karena persyaratan inspeksi yang rumit.

Baca Juga: Gara-gara Perang Rusia-Ukraina, Cina Tingkatkan Impor Jagung Asal Brasil
Cina-Brasil Perkuat Kerja Sama Perdagangan Produk Pertanian

Kedua negara menyetujui protokol yang direvisi dalam pembicaraan pada bulan Mei, beberapa bulan setelah Rusia menginvasi Ukraina. Cina diperkirakan akan mengimpor 18 juta ton jagung pada tahun panen 2022/23 yang dimulai pada bulan Oktober.

Sementara impor Cina dari Ukraina menurun menjadi kurang dari 2.000 ton pada bulan September tahun ini, membuatnya bergantung pada AS untuk sebagian besar pasokan asal luar negeri.