Perajin Tempe di Lampung Menjerit, Harga Kedelai Tembus Rp14 Ribu per Kg

Perajin tahu tempe lampung. (Sariagri/Iwan K)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 15 November 2022 | 17:30 WIB

Sariagri - Produsen tempe dan tahu di Lampung, mengeluhkan harga bahan baku kedelai yang kian melambung tinggi. Kondisi itu menurut produsen tempe dan tahu di wilayah Desa Warung Gunung, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, sudah terjadi sejak sebulan terakhir.

Harga kedelai di Lampung kini mencapai Rp14 ribu per kilogram. Agar tetap bertahan di tengah tingginya biaya produksi, sejumlah perajin maupun produsen tempe dan tahu terpaksa mengurangi jumlah produksi dan pengurangan para pekerjanya.

Kenaikan harga kedelai itu tentu saja berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan usaha mereka. Menurut Andi, salah satu produsen tempe, naiknya harga kedelai secara otomatis berakibat biaya produksi semakin tinggi.

“Tidak hanya harga kedelai yang naik, harga plastik juga ikut naik dampak dari kenaikan BBM. Kalau begini terus, produsen tahu tempe bisa-bisa bangkrut,” tukasnya pada Senin (14/11/2022).

Agar tetap bertahan, saat ini Andi dan para produsen lain di desanya terpaksa mengurangi jumlah produksi. sebelum harga kedelai semakin naik.

Menurut Andi, biasanya dalam satu harinya ia membutukan hingga 4 kuwintal kedelai. Namun kini ia hanya bisa memproduksi 2 kwintal kedelai. Pengurangan jumlah produksi hingga 50 persen tersebut dilakukan, untuk meminimalisir kerugian jika tempe hasil produksinya tidak semuanya laku terjual.

Tidak hanya mengurangi jumlah produksi. Agar tetap produksi, Andi juga terpaksa mengurangi ukuran tempe produksinya. Bahkan yang paling menyesakkan menurutnya adalah saat ia terpaksa harus mengurangi pekerjanya dari 11 orang kini tinggal dua orang pekerja saja.

“Sembilan orang pekerja lain dirumahkan sementara waktu hingga kondisi kembali stabil,” terus Andi.

Produsen tahu juga sangat terdampak kenaikan harga kedelai. Sama halnya dengan Andi, produsen tahu bernama Suhemi juga harus mengurangi jumlah produksi, pengurangan ukuran, serta mengurangi jumlah tahu dalam setiap kemasannya.

Baca Juga: Perajin Tempe di Lampung Menjerit, Harga Kedelai Tembus Rp14 Ribu per Kg
Harga Kedelai Tembus Rp13.400, Produsen Tahu Tempe Mulai Resah

“Langkah itu terpaksa kami ambil, karena kami tidak bisa lagi menaikan harga tahu,” tutur Suhemi.

Jika harga tahu dinaikan, mereka dikhawatirkan akan menurunkan omset penjualan. Menurut Suhemi, kini sudah banyak produsen tahu di desanya terpaksa gulung tikar atau berhenti produksi, karena terdampak kenaikan harga kedelai.

Produsen tempe dan tahu berharap pemerintah dapat segera mengatasi kondisi itu dan bisa kembali menstabilkan harga kedelai, agar produksi tempe dan tahu kembali normal dan usaha mereka tidak gulung tikar.