Ngeri! Inflasi Tinggi, Wanita Spanyol Beli Sembako Ketimbang Pembalut

Spanyol dilanda inflasi. (Xinhua)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 22 November 2022 | 21:00 WIB

Sariagri - Dalam beberapa dekade terakhir, lonjakan harga bahan pokok di Spanyol melonjak 15,4 persen secara tahunan pada Oktober 2022. Keadaan ini didorong oleh perang Rusia-Ukraina, tercatat harga gula naik 42,8 persen, sayuran segar naik 25,7 persen dan telur 25,5 persen.

Untuk mengurangi penderitaan masyarakat akibat lonjakan harga tersebut, pemerintah Sosialis Perdana Menteri Pedro Sanchez menghabiskan miliaran euro untuk pengeluaran kesejahteraan tambahan.

Dana itu untuk subsidi transportasi, pembayaran satu kali sebesar 200 euro untuk pengangguran dan peningkatan pensiun sebesar 15 persen untuk yang paling rentan seperti janda. Namun, badan amal yang bekerja dengan orang miskin mengatakan bantuan itu tidak cukup.

Salah satu warga Spanyol, Hugo Ramirez, tak pernah menyangka akan mengandalkan bantuan amal untuk memberi makan keluarganya. Namun, biaya hidup yang melonjak di seluruh Eropa membuat ayah tiga anak berusia 44 tahun ini menjadi salah satu dari semakin banyak orang di Spanyol yang beralih ke bank makanan untuk memenuhi kebutuhan.

"Kami melihat harga naik setiap minggu, bahkan untuk barang-barang pokok," katanya, seperti dikutip AFP, Selasa (22/11/2022).

Setiap Sabtu, Ramirez datang ke bank makanan yang didirikan oleh asosiasi lingkungan di distrik kelas pekerja Aluches untuk mengambil persediaan makanan. Ia yang bekerja sebagai tukang batu berpendapatan 1.200 euro sebulan sementara istrinya 600 euro.

Penghasilan itu didapatkan dari bekerja paruh waktu sebagai pembantu rumah tangga. Usai membayar sewa bulanan sebesar 800 euro dan 300 euro untuk utilitas, tidak banyak pendapatan mereka yang tersisa.

Sementara itu, antrean orang yang mencari bantuan terbentang panjang di ujung jalan. Banyak dari mereka adalah pendatang. Barisan serupa yang dijuluki antrean kelaparan juga dapat dilihat di luar bank makanan lain di seluruh negeri.

"Setiap minggu kami melihat keluarga baru yang membutuhkan, terutama sejak dimulainya perang di Ukraina" kata Raul Calzado, seorang sukarelawan dari asosiasi lingkungan Aluche.

Ia juga menambahkan bahwa beberapa ibu telah berhenti membeli produk kesehatan kewanitaan untuk dapat memberi makan anak-anak mereka.

"Beberapa penerima manfaat tidak memiliki pendapatan. Tetapi kami juga memiliki lebih banyak pensiunan dengan pensiun kecil atau orang yang bekerja tetapi gajinya tidak mencukupi," kata wakil presiden asosiasi, Elena Bermejo.

Baca Juga: Ngeri! Inflasi Tinggi, Wanita Spanyol Beli Sembako Ketimbang Pembalut
Serbu, Ada Pasar Murah di Mangga Dua Selatan

Di sisi lain, sumbangan terhadap bank makanan juga berkurang seiring meningkatnya inflasi. Harga yang melonjak juga membuat bank makanan membeli lebih sedikit makanan.

Bank makanan memberikan bantuan kepada lebih dari 186 ribu orang di wilayah Madrid, dan total 1,35 juta di Spanyol. Satu dari tujuh rumah tangga di Spanyol menderita kerawanan pangan, yang berarti akses makanan yang tidak memadai atau tidak aman karena pendapatan rendah.

"Saya berharap ini akan menjadi lebih baik tetapi saya khawatir itu tidak akan terjadi,"pungkas Ramirez.

Video Terkait