Awal Pekan, Dolar Menguat, Harga Emas Tergelincir

Seorang karyawan mengambil butiran emas murni 99,99 persen di pabrik logam non-ferrous Krastsvetmet. (Antara/Reuters)

Editor: Yoyok - Senin, 28 November 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Harga emas tergelincir, Senin (28/11/2022), karena penguatan dolar AS membuat logam yang dihargakan dalam greenback lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi 1.752,66 dolar AS per ons, pada pukul 07.16 WIB, sementara emas berjangka Amerika Serikat melemah 0,1 persen menjadi 1.751,80 dolar AS.

Indeks Dolar (Indeks DXY), ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik 0,3 persen.

Sebagian besar pelaku pasar memperhitungkan kenaikan suku bunga 50 basis poin pada pertemuan Desember Federal Reserve setelah risalah pertemuan kebijakan terakhir bank sentral AS itu mengisyaratkan laju kenaikan suku bunga yang lebih lambat.

Suku bunga yang lebih rendah membuat emas menarik dibandingkan aset yang menghasilkan imbal hasil. Suku bunga yang lebih rendah juga membebani laju dolar.

SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, mengatakan kepemilikannya naik 0,2 persen menjadi 908,96 ton pada sesi Jumat dari 906,93 ton pada Rabu.

Ratusan demonstran dan polisi bentrok di Shanghai, China, Minggu (27/11/2022) malam, ketika protes atas pembatasan Covid yang ketat berkobar untuk hari ketiga dan menyebar ke beberapa kota setelah kebakaran mematikan di barat negara itu.

Baca Juga: Awal Pekan, Dolar Menguat, Harga Emas Tergelincir
Harga Emas Tembus Rp1 Juta per Gram

Ghana memerintahkan semua perusahaan pertambangan skala besar untuk menjual 20 persen seluruh stok emas murni mereka di kilang mereka ke Bank of Ghana mulai 1 Januari 2023, kata Wakil Presiden Mahamudu Bawumia, Jumat (25/11/2022).

Harga perak di pasar spot anjlok 1,3 persen menjadi 21,31 dolar AS, platinum turun 0,4 persen menjadi 976,28 dolar AS dan paladium berkurang 0,6 persen menjadi 1.840,97 dolar AS.