Jelang Akhir Tahun, Harga Tomat di Lampung Merangkak Naik

Ilustrasi tomat. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 28 November 2022 | 13:45 WIB

Sejak tiga hari lalu, harga komoditas tomat di sejumlah daerah di Provinsi Lampung terus merangkak naik. Bahkan, hanya dalam waktu tiga hari, terjadi dua kali kenaikan harga tomat di sejumlah pasar tradisional di Bandar Lampung

Seperti terpantau pada Minggu (27/11/2022), di pasar Kopamastra, yang berada di wilayah Kecamatan Teluk Betung Timur, Kota Bandar Lampung. Harga tomat naik sebesar Rp2.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp10 ribu menjadi Rp12.000 per kilogram.

Kondisi ini sangat dikeluhkan bukan hanya pembeli, namun juga para penjual bumbu dapur. Naiknya harga dipastikan akan mempengaruhi penghasilan mereka yang kemungkinan turun karena sepi pembeli.

Menurut Dewa Ayu, salah satu pembeli, mereka mengeluhkan kenaikan harga tomat yang terus meroket. Sepekan lalu, harga tomat masih dibelinya seharga Rp8.000, namun kini sudah Rp12.000 per kilogram.

“Kemungkinan menjelang tahun baru dan natal ini biasanya harga semua komoditas termasuk bumbu dapur naik. Kami sebagai emak-emak ya cuma bisa berharap harga sejumlah bumbu dapur tidak naik, apalagi dimasa-masa sulit sekarang ini,” ungkap Ayu saat ditemui pada Minggu pagi.

Pedagang bumbu dapur bernama Juju Mansur, juga mengungkapkan keluhannya. Bumbu dapur jualannya kerap sepi pembeli sejak sekitar sepekan lalu.

Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Harga Tomat di Lampung Merangkak Naik
Biaya Hidup Rumah Tangga di Selandia Baru Alami Kenaikan

“Padahal stok tomat berlimpah, tapi pembelian berkurang karena harga tomat naik. Hari-hari sebelumnya saya bisa menjual hingga 50 kilogram sehari, kini kini hanya mampu menjual antara 15 sampai 20 kilogram saja,” papar Juju.

Sementara, harga bumbu dapur seperti cabai dan bawang merah tidak mengalami kenaikan. Bahkan harga bawang merah cenderung turun hingga Rp5.000 per kilogram. Dari Rp30.000 kini menjadi Rp25.000 per kilogramnya. Sedangkan cabai merah masih tetap di harga Rp30.000 per kilogram.