7 Fakta Kenapa Harga Kedelai Kian Melambung Tinggi

Ilustrasi industri kedelai di Cina (beijingnews.net)  

Editor: Tatang Adhiwidharta - Minggu, 22 Januari 2023 | 14:00 WIB

Sariagri - Para perajin tempe dan tahu kian tercekik dengan terus melambungnya harga pasokan bahan baku utama yakni kedelai. Hal ini membuat Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan mengambil langkah untuk mengimpor kedelai serta memberikan subsidi kepada perajin dalam negeri.

Ada 7 fakta yang melatarbelakangi harga kedelai yang melambung tinggi, berikut daftarnya:

1. Harga Kedelai Global Naik

Harga kedelai internasional naik serta pelemahan nilai rupiah. Tercatat kedelai terus mengalami kenaikan sejak Januari 2022, dan pada akhir September 2022 berada di posisi Rp14.100 per kilogram.

2. Impor 350 Ribu Ton Kedelai Impor

Guna mengatasi kenaikan harga kedelai, Kementerian Perdagangan mengadakan rapat kabinet yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan dihasilkan keputusan bahwa Bulog ditugaskan untuk mengimpor sebanyak 350 ribu ton pada November dan akan tiba pada Desember 2022.

3. Bulog Tak Penuhi Penugasan

Hingga bulan Januari kedelai impor belum juga tiba di Indonesia. Hal ini mendapat kritik dari Zulhas yang berpendapat bahwa Bulog tidak bisa memenuhi penugasan impor kedelai.

4. Jawaban Bulog soal Impor Kedelai

Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik, Perum Bulog Mokhamad Suyamto mengakui bahwa pihaknya terkendala dalam melakukan impor kedelai. Bulog berencana mengimpor kedelai dari Afrika Selatan, namun kerkendala pada perizinan dan karantina. Ia memperkirakan bahwa pada pertengah Maret kedelai impor akan tiba dan dengan harga yang sama yaitu Rp12.000 per kg.

5. Janji Mendag

Mendag Zulhas telah berjanji kepada Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) bahwa kedelai akan tiba di akhir 2022 untuk meredam kenaikan harga. Namun karena kedelai tak kunjung tiba, alhasil pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapennas) mengimpor kedelai sebanyak 56 ribu ton melalui importir swasta, PT FKS Multi Agro.

Baca Juga: 7 Fakta Kenapa Harga Kedelai Kian Melambung Tinggi
Mendag Bakal Hapus Persyaratan Pembelian Kedelai Subsidi

6. Mendag Berikan Subsidi Rp1.000 ke Importir

Menteri Perdagangan, Zulhas mengusulkan untuk memberikan subsidi selisih harga sebesar Rp1.000 per kg kepada importir. Artinya, jika kedelai seharga Rp12.000 per kilo, pemerintah memberikan subsidi ke importir Rp1.000 per kg. sehingga importir akan menjual ke koperasi dan perajin tahu tempe dengan harga Rp11.000 per kg.

7. Harga Kedelai Akan Turun

Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) se-Indonesia, pada Selasa (17/1/2023) Zulhas mengatakan bahwa dalam dua hari ke depan kedelai akan turun dari harga Rp14.000 per kg menjadi Rp12.000 per kg, karena 56 ribu ton kedelai impor Amerika telah masuk ke Indonesia.