Wujudkan Visi Indonesia 2045, Kemendag Targetkan PDB 12.000 Dolar AS

Ilustrasi Ekspor (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 4 Maret 2021 | 12:00 WIB

SariAgri - Kementerian Perdagangan berupaya memberikan kontribusi maksimal dari sektor perdagangan untuk mendukung perwujudan visi Indonesia 2045. Salah satunya dengan mendorong sektor perdagangan untuk meningkatkan pendapatan per kapita hingga 12.000 dplar AS pada 2040.

“Kementerian Perdagangan akan berupaya mewujudkan visi Indonesia 2045 atau 100 tahun kemerdekaan Indonesia,” ujar Mendag M. Lutfi.

Jika hal tersebut berhasil diwujudkan, lanjut Mendag, Indonesia akan keluar dari jebakan masyarakat kelas menengah. Mendag memproyeksikan pada Megatrend Dunia 2045, mata uang regional akan mengambil alih mata uang dunia yang selama ini didominasi dolar AS, Euro, Yuan bahkan mata uang kripto.

“Jumlah kelas menengah dunia akan lebih dari 8,1 miliar jiwa atau 84 persen penduduk dunia. Hal ini merupakan kabar baik bagi Indonesia karena kelas menengah akan memperbaiki daya beli dan konsumsi serta memotori perekonomian dunia,” katanya.

https://www.youtube.com/watch?time_continue=1&v=IKR_vDgCCVE&feature=emb_logo

Selain itu, Mendag meyakinkan di masa depan, sektor teknologi akan bergeser ke teknologi informasi dan komunikasi, bioteknologi, rekayasa genetik, wearable devices, energi terbarukan, otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI).

“Kecerdasan buatan (AI) sudah memasuki sektor perdagangan. Dalam niaga elektronik hal ini dikenal dengan istilah ‘winner takes all’ atau tidak ada lagi persaingan,” ungkapnya.

Selain itu bonus demografi penduduk usia produktif Indonesia akan selesai pada 2038 hingga 2040. Sebelum itu terjadi harus dilakukan peningkatan Produk Domestik Bruto (GDP) yang menjadi kunci keluar dari jebakan kelas menengah.

“Pada saat itu, penduduk lansia akan lebih banyak dibandingkan dengan penduduk usia produktif,” katanya.

Selain itu, dia menekankan agar Kemendag dapat meningkatkan posisi emerging market dengan mendorong konsumsi dan meningkatkan peran ekspor-impor (eksim) dalam menopang pertumbuhan ekonomi.

“Disinilah pentingnya peran perwakilan perdagangan di luar negeri yaitu dengan memperkuat kontribusi ekspor dan impor untuk mendorong peningkatan PDB. Salah satunya dengan memfokuskan pada 30 komoditas ekspor utama Indonesia,” jelasnya.

Baca Juga: Wujudkan Visi Indonesia 2045, Kemendag Targetkan PDB 12.000 Dolar AS
Industri Energi Baru dan Terbarukan Masuk Prioritas Investasi

Dia menambahkan, di era kolaborasi seperti saat ini sangat penting untuk membuka pasar yang mendatangkan investasi sehingga dapat menciptakan pusat produksi dan menjadikan ekspor non migas sebagai primadona.

“Kita sedang beralih dari mengekspor barang mentah dan barang setengah jadi menjadi barang industri dan barang industri berteknologi tinggi. Untuk itu,perlu diciptakan pelaku UMKM yang tangguh untuk mewujudkan perdagangan yang adil dan baik demi Indonesia yang sejahtera,” pungkasnya.