Umbi Porang Indonesia Kian Diminati Pasar Ekspor

Produk olahan porang. (Foto: Sariagri/Arief L)

Editor: M Kautsar - Kamis, 4 Maret 2021 | 16:00 WIB

SariAgri - Tanaman umbi porang awalnya tidak terlalu diperhatikan diantara masyarakat Indonesia. Tanaman ini konon hanya dibiarkan tumbuh liar sebagai makanan ular.

Namun seiring waktu, umbi porang ternyata sangat disukai pasar internasional. Bahkan permintaan ekspor dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.

Sedikitnya hingga kini sudah ada tiga yang sangat meminati umbi porang asal Indonesia yakni Cina, Thailand dan Laos.

“Tahun lalu ada dua negara pengimpor porang dari Indonesia, yakni Cina dan Thailand dengan nilai ekspor Rp27 miliar. Bulan ini berkembang menjadi tiga negara, ketambahan Laos dengan nilai transaksi Rp30 miliar lebih,” kata eksportir asal Pasuruan, Jawa Timur, Devi kepada Sariagri, Kamis (4/3).

Devi menyebut tinggi permintaan umbi porang di luar negeri umumnya untuk kebutuhan gaya hidup sehat baik program diet ataupun dikonsumsi bagi penderita diabetes.  

“Tepung porang dikenal memiliki rendah karbohidrat dan kalori serta sedikit kadar gula. Maka kemudian umbi porang dibikin semacam beras, sehingga makanan ini cocok untuk mereka yang mengikuti program diet ataupun mereka yang memiliki penyakit diabetes,” kata dia.

Sebagai seorang pengusaha ekspor, dia mengaku tidak kesulitan dalam mendapatkan bahan baku umbi porang. Sebab saat ini sudah banyak petani yang membudidayakan tanaman porang.

“Sudah mulai banyak petani di indonesia, yang menanam porang karena nilai ekonominya sangat tinggi. Tanaman porang ini sangat cocok ditanam di dataran tinggi atau tempat yang cuacanya dingin,” ucap dia.

Video Terkait