Petani Tuban Ekspor 500 ton Benih Jagung ke Thailand

Petani Tuban siap mengekspor benih jagung. (Foto: Sariagri/Arief L)

Penulis: M Kautsar, Editor: Reza P - Kamis, 4 Maret 2021 | 17:45 WIB

SariAgri - Masa pandemi Covid-19, tak menyurutkan semangat para petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dalam melakukan ekspor. Cara ini merupakan wujud keberhasilan petani Tuban yang tahun lalu dicanangkan sebagai pilot project pengembangan bibit benih jagung hibrida berbasis korporasi.

Pelepasan ekspor perdana benih jagung secara simbolis dilakukan oleh Bupati Tuban, Fathul Huda di pendopo Krido Manunggal Kabupaten Tuban. Turut hadir dalam pelepasan ekspor perdana ini Direktur Perbenihan tanaman pangan Kementerian Pertanian RI, Takdir Mulyadi. 

“Terobosan ekspor sebanyak 500 ton benih jagung hibrida varietas JH-37 dan RK-457 dengan negara tujuan Thailand ini, tentu saja cukup membanggakan. Diharapkan hal ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya kesejahteraan para petani di Tuban,“ kata Fathul Huda kepada Sariagri, Kamis (4/3).

Fathul menambahkan ekspor kali ini, merupakan korporasi pengembangan bibit jagung hibrida JH-37 dan RK-457 yang pertama kali dihasilkan oleh para petani di Kecamatan Jatirogo dengan luas lahan 98 hektare dan kini telah bertambah menjadi 560 hektare.

Sementara itu, Takdir Mulyadi mengapresiasi keberhasilan Kabupaten Tuban sebagai satu-satunya wilayah di Indonesia yang berhasil mengembangkan benih bibit jagung hibrida.

“Diharapkan nantinya, pemerintah provinsi Jawa Timur, khususnya Kabupaten Tuban dapat terus meningkatkan luasan tanaman jagung hibrida sehingga ke depan dapat meningkatkan jumlah produksi bibit untuk ekspor,” kata Takdir. 

Adanya ekspor benih jagung ini, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Karena benih jagung hibrida harga jualnya jauh lebih tinggi dibanding dengan harga jagung konsumsi. 

“Maka dengan luasnya lahan yang disiapkan diperluas otomatis akan dapat menambah jumlah petani benih jagung tersebut,” ucap dia.

Video Terkait