Pemerintah Putuskan Impor 3 Juta Ton Garam, Alasannya?

Aktivitas bongkar-muat garam rakyat di gudang garam Desa Pengarengan, Cirebon, Jawa Barat. (Sariagri/Nurrohman)

Editor: M Kautsar - Minggu, 21 Maret 2021 | 15:00 WIB

SariAgri - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono memastikan bahwa pemerintah akan mengimpor 3 juta ton garam. Menurut Sakti, keputusan mengimpor garam sudah diputuskan saat Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartanto menggelar rapat bersama menteri perdagangan dan menteri perindustrian.

“Impor (garam) diputuskan 3 juta,” kata Sakti, saat rapat kerja di Komisi IV DPR, Kamis.

Menurut Sakti, berdasarkan neraca, stok produksi garam nasional mencapai 2,1 juta ton. Sementara itu, kebutuhan garam terbesar ada di industri manufaktur yaitu sebesar 3,8 juta ton, aneka pangan sebesar 1,3 juta ton, dan kebutuhan lain sebesar 2,4 juta ton.

Sakti menyebut, meski melakukan impor, pemerintah juga akan membenahi produksi garam rakyat. Caranya, meningkatkan produktivitas garam petani dari 60 ton per hektare per musim jadi 120 ton per hektare per musim.

Dalam weekly report Kementerian Perdagangan, Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan keran impor dibuka untuk memenuhi standar sektor industri.

“Jadi yang kita bicarakan adalah garam hasil impor untuk kebutuhan industri, di mana garam kita yang dikerjakan para petani belum bisa menyamai kualitas garam industri,” kata Lutfi.

Lutfi kemudian menyontohkan kebutuhan garam untuk sektor industri mi instan. Dia mengatakan, dalam sebungkus mi instan dengan harga Rp2.500 ada harga garam sebesar Rp2.

“Tapi kalau garamnya tidak sesuai spec untuk industri garam yang Rp2 itu bisa menghancurkan mi instan yang Rp2.500 itu. Inilah yang sekarang jadi permasalahannya,” ucap dia.

Lutfi menyebut pelaku industri dan petani harus bisa meningkatkan kualitas garam.Tidak cukup dengan kuantitas garamnya.

“Tapi juga kualitasnya. Ini yang mestinya industri nasional bisa lihat opportunity untuk memperbaiki industri nasional,” ujari dia.

Video Terkait