Kedelai Mahal, Pedagang Tahu dan Tempe Kian Resah

Pedagang tahu dan tempe di Mataram NTB kena imbas dari kenaikan harga kedelai (Sariagri/Yongki)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 25 Juni 2021 | 11:45 WIB

SariAgri -  Pedagang tahu dan tempe di sejumlah pasar tradisional di Kota Pasuruan Jawa Timur, mengeluhkan terjadinya kenaikan harga kulakan dari produsen. Akibatnya omzet penjualan merosot karena pelanggan mengurangi jatah pembelian.

Kondisi ini saat ini seperti yang dirasakan sejumlah pedagang tahu dan tempe eceran di pasar tradisional Kebonagung Kota Pasuruan.

Mereka mengeluh harga kulakan tahu dan tempe yang terus mengalami kenaikan sejak hari raya idul fitri tahun 2021. Kenaikan terjadi, mulai dari Rp500 hingga Rp1.000 setiap minggunya, sehingga laba pedagang menurun.

Menurut salah satu pedagang tahu, Sumargo Hadi, saat ini harga kulakan dari perajin tahu mencapai Rp225.000, sebelumnya hanya Rp160.000 per kotak. Agar tidak merugi, penjual terpaksa memperkecil ukuran tahu dengan harga tetap, Rp1.000 per biji.

“Sebelumnya harga per kotak tahu Rp160.000, kini naik menjadi Rp225.000. tak hanya kami yang resah, perajin tahu juga gelisah melihat harga kedelai impor yang kian mahal, “ keluh pedagang tahu eceran, Sumargo Hadi kepada SariAgri, kamis (24/6/2021).

Keluhan senada juga disampaikan pedagang tempe eceran, Sugianto yang mengaku terpaksa menaikkan harga tempe dari Rp14.000 menjadi Rp.16.000 per lembarnya.

“Sekarang harga kulakan tempe Rp14.000, sebelumnya per lembarnya Rp12.000, terpaksa saya naikan harga jual menjadi Rp16.000. Selain itu potongan tempe dikurangi agak kecil, “ ungkap Sugianto.

Baca Juga: Kedelai Mahal, Pedagang Tahu dan Tempe Kian Resah
Terkuak Penyebab Harga Kedelai Melejit Tajam

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Kota Pasuruan, Ridho Wijaya mengatakan kenaikan harga tahu dan tempe disebabkan karena minimnya pasokan kedelai impor. Sementara dari penghasil kedelai di sejumlah wilayah dilaporkan mengalami gagal panen sehingga produsen kesulitan bahan baku.

“Kalau harga tempe terjadi kenaikan harga sebelum lebaran kemarin, sedangkan tahu sejak awal Juni kemarin baru naik. Penyebab naiknya harga jual di pedagang tempe tahu karena harga kedelai impor terus naik, sedangkan kedelai lokal banyak yang gagal panen akibat musim tidak menentu, “ pungkasnya.

Video Terkait