Keren, Briket Arang Batok Kelapa Asal Tasikmalaya Jawa Barat Diekspor ke 15 Negara Dunia

Pembuatan arang briket. (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Selasa, 14 September 2021 | 12:40 WIB

Sariagri - Puluhan ton briket arang batok kelapa yang diproduksi oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat berhasil menembus pasar Timur Tengah, Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. Tercatat ada 15 negara yang kini rutin menerima pasokan briket arang batok kepala tersebut.

Briket arang batok produksi CV. Mandiri Persada di Kampung Neglasari Desa Tanjungmekar Kecamatan Jamanis Kabupaten Tasikmalaya tersebut setiap bulannya dikirim ke sejumlah negara sepeti Irak, Hongkong, Jerman, Turki, Amerika Serikat, dan Brazil. Bahkan pada Sabtu (11/9) Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) RI, Teten Masduki, melakukan peninjauan sekaligus melepas 2 truk kontainer briket arang batok kelapa dengan berat 44 ton senilai Rp 621 juta yang akan di ekspor ke Hongkong dan Irak. 

"Ini sungguh luar biasa. Di mana arang batok kepala yang awalnya dikira hanya limbah, ternyata mampu dimanfaatkan dengan baik di sini. Selain menjadi barang yang bernilai ekonomis, juga multiplier effect. Di mana banyak masyarakat yang bisa dipekerjakan di sini," jelas Teten.

Teten menjelaskan, permintaan dunia terhadap briket arang batok kelapa ini sangat besar. Namun sayangnya peluang ini belum dimanfaatkan secara optimal karena terkendala bahan baku, pembiayaan dan akses ke pasar.

"Meski pun di tengah pandemi, ternyata ini tetap bisa ekspor bahkan hingga puluhan kontainer. Usaha mikro ini menyerap tenaga kerja dan membuat kesejahteraan masyarakat sekitar jadi lebih baik," katanya.

Baca Juga: Keren, Briket Arang Batok Kelapa Asal Tasikmalaya Jawa Barat Diekspor ke 15 Negara Dunia
Dongkrak Ekspor Pertanian, Kementan Gencar Cetak Pelaku Agribisnis

Ia pun meminta pemerintah daerah turut membantu salah satunya dengan support bahan baku. Sebab diketahui, jika selama ini bahan baku masih mengandalkan luar Pulau Jawa. Padahal kelapa dan bambu yang menjadi bahan baku utama ini banyak ditanam di Tasikmalaya.

Pemilik CV Mandiri Persada, Sinta Dewi, menjelaskan, komoditas ini mayoritas digunakan untuk rokok shisha dan arang barbeque. Produksi yang sudah dimulai sejak tahun 2015 ini mampu mempekerjakan 100 orang warga setempat untuk produksi di pabrik, dan puluhan warga lainnya di dua kampung guna proses pengemasan di rumah-rumah mereka.

"Saya setiap minggu eksepor, minimal 2 kontainer. Satu kontainer itu ada yang 25 ton ada yang 18 ton," ujarnya.

Video Terkait