Grebek Lokasi Transaksi Miras, Polisi Temukan Ada Pocong di Sebuah Bangunan

Petani durian menggunakan 'pocong' untuk menakuti pencuri. (NSTP/ Ahmad Ismail)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 14 September 2021 | 20:40 WIB

Sariagri - Minuman keras atau miras dilarang beredar luas oleh pemerintah. Pasalnya, minuman beralkohol itu bisa merusak kesehatan dan juga membuat mabuk.

Baru-baru ini, tim khusus Maung Galunggung merespon laporan warga mengenai adanya transaksi jual beli minuman keras di sebuah bangunan kosong bekas Terminal Cilembang, Kota Tasikmlaya.

Pihak polisi pun mendatangi bangunan kosong itu pada Sabtu (11/9/2021) dini hari. Tak disangka tim bentukan Polres Tasikmalaya Kota tersebut malah menemukan penampakan ‘pocong’ di bangunan tersebut.

Tepat di bawahnya ditemukan miras jenis tuak yang disimpan dalam kantong plastik.

“Kita mencurigai setelah mendapat laporan sering dijadikan lokasi transaksi miras,” ujar Kepala Tim Maung Galunggung, Ipda Yudi seperti dikutip dari Kapol.id.

Baca Juga: Grebek Lokasi Transaksi Miras, Polisi Temukan Ada Pocong di Sebuah Bangunan
Bukan Main! Pengali dari Sri Lanka Ini Temukan Batu Safir Senilai 2 Triliun, Terbesar di Dunia

Ketika pemeriksaan, boneka pocong tersebut ditempatkan di atas plastik yang berisi minuman keras. “Ada 12 bungkus tuak di bawah boneka pocong lalu tumpukan sampah di dekat pintu masuk bangunan,”terangnya.

“Boneka itu sengaja dipasang seseorang yang diduga penjual, agar tidak tampak ada minuman keras di dalam bangunan kosong,” jelasnya.

Saat ini, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap penjual miras yang kabur ketika penggerebekan dilakukan.

Video Terkait