Tren Ekspor Rempah Terus Digenjot Lewat Produk Andaliman Berkualitas

Petani memetik buah andaliman. (Antara)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 17 September 2021 | 13:50 WIB

Sariagri - Andaliman menjadi salah satu produk rempah unggulan Sumatera Utara yang berorientasi ekspor. Direktur Pengembangan Produk Ekspor, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Miftah Farid mengatakan saat ini merupakan momen yang tepat untuk memanfaatkan masa pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19 melalui ekspor rempah andaliman.

“Ekspor rempah Indonesia di pasar dunia masih harus terus ditingkatkan. Selain itu, diperlukan adanya diversifikasi produk rempah-rempah. Andaliman diharapkan dapat menjadi produk unggulan baru Indonesia," jelas ujar Miftah, Kamis (16/9/2021).

Upaya ini dilakukan untuk mendorong ekspor rempah Indonesia dan mempercepat pemulihan ekonomi dengan meningkatkan kinerja ekspor rempah nasional. Berdasarkan data Kemendag, permintaan impor rempah dunia mengalami peningkatan pada periode 2016–2020 dengan tren pertumbuhan 3,99 persen. Sementara itu, tren ekspor rempah Indonesia hanya tumbuh 0,37 persen

Sekretaris Program Studi S2 DikBio Pascasarjana Universitas Negeri Medan, Tumiur Gultom mengungkapkan, untuk mendapatkan buah andaliman berkuallitas dan mampu memenuhi pasar ekspor bisa dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui budidaya intensif, pemilihan bibit dan jarak tanam yang seragam, dan pemupukan organik. Selain itu, perlu dilakukan penyiangan manual, pengendalian hama penyakit dengan cara hayati, serta pemetikan dan pengangkutan buah dengan tempat yang lebih bersih.

“Sebelum dikirim ke konsumen, penempatan andaliman secara khusus juga akan menghasilkan buah andaliman yang bagus dan mampu bersaing di pasar internasional,” kata Tumiur.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Pencinta Danau Toba, Maruap Siahaan menekankan pentingnya proses penyiapan bahan baku, proses produksi, pengawasan terhadap kontrol kualitas, penggunaan alat-alat produksi dan proses pengemasan.

“Seluruh proses dan pengawasan dapat berpengaruh pada kualitas andaliman yang dihasilkan,” ungkapnya.

Dikatakan Maruap, Indonesia juga harus memiliki sertifikat untuk mempermudah ekspor di pasar internasional, antara lain sertifikat Good Manufacturing Practice (GMP), Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), dan standar keamanan pangan untuk bisnis dalam rantai makanan global (ISO).

“Jika ingin andaliman menjadi produk siap ekspor, kita harus berbicara tentang kemampuan Indonesia dalam menyediakan produk yang sesuai dengan permintaan pasar, memiliki harga yang bersaing dengan competitor, serta mampu melakukan promosi dan penetrasi pasar yang bagus yaitu pemenuhan syarat sertifikasi di negara tujuan ekspor,” jelas Maruap.

Peneliti Andaliman di Balai Besar Industri Agro Bogor, Reinoviar mengatakan pentingnya mempersiapkan dan menjaga konsistensi mutu produk sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh buyer. Selain itu, upaya diversifikasi produk juga akan meningkatkan pemasaran produk andaliman.

Baca Juga: Tren Ekspor Rempah Terus Digenjot Lewat Produk Andaliman Berkualitas
Mangkrak, Wamendag Minta SRG Jagung di Minahasa Dioperasikan Lagi

“Andaliman dapat dikemas dalam bentuk kapsul ekstrak andaliman dan dibuat menjadi bumbu masakan siap saji atau minyak yang mengandung rasa andaliman. Hal ini akan memudahkan konsumen atau buyer dalam menggunakan produk sesuai dengan kebutuhan. Pemilihan kemasan yang tepat juga merupakan salah satu kunci untuk mempertahankan masa penggunaan produk andaliman,” pungkas Reinoviar.

Video terkait:

 

 

                                                                                                        

 

Video Terkait