Cetak Eksportir Baru, Kemendag Gandeng Sekolah Ekspor

Ilustrasi - Kegiatan ekspor

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 1 Oktober 2021 | 20:30 WIB

Sariagri - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menggandeng sekolah ekspor untuk mencetak eksportir baru. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan ekspor guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Kerja bersama yang telah dilakukan selama ini perlu kita pertahankan. Generasi muda dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan dapat menjadi eksportir sesuai mandat Presiden RI Joko Widodo untuk mencetak 500 ribu eksportir baru,” ujar Sekjen Kemendag Suhanto.

Suhanto mengatakan, ekspor Indonesia menunjukkan peningkatan dalam beberapa bulan terakhir, khususnya pada Agustus 2021 yang mencatatkan nilai tertinggi tahun ini sebesar 21,42 miliar dolar AS.

Dia menambahkan, saat ini Indonesia memiliki Indonesia-European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dan sedang mengintensifkan pembahasan Indonesia-European Union (EU) CEPA.

“Pemanfaatan perundingan perdagangan harus disiapkan dengan pembekalan bagi eksportir baru dan calon eksportir agar mampu menyiapkan diri untuk melakukan ekspor seluas-luasnya,” katanya.

Analis Perdagangan Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Hesty Syntia memaparkan saat ini, Surat Keterangan Asal (SKA) atau Certificate of Origin (COO) dapat digunakan eksportir untuk memanfaatkan tarif preferensi ke negara tujuan ekspor yang jalurnya sudah dibuka dengan perundingan perdagangan.

“Eksportir bisa mendapat penurunan atau bahkan pembebasan tarif biaya masuk. Dengan Uni Eropa (UE), Indonesia diberi skema secara sepihak atau hanya berlaku di sisi ekspor. Artinya, ekspor ke negara anggota UE, termasuk Prancis dan Jerman, diberlakukan skema generalized system of preference (GSP),” terang Hesty.

Selain itu, SKA juga memiliki kegunaan sebagai dokumen masuk komoditas ekspor Indonesia ke negara tujuan ekspor untuk mencegah free rider, penetapan negara asal barang (country of origin), pencairan letter of credit, pengamanan perdagangan, serta sebagai data statistik dan repeat order.

Atase Perdagangan Paris Ruth Samaria menyebut lima besar ekspor nonmigas Indonesia ke Prancis periode Januari—Juni 2021 yaitu alas kaki senilai 177,91 juta dolar AS, mesin elektrik 195,1 juta dolar AS, furnitur 65,01 juta dolar AS, CPO 77,67 juta dolar AS, dan pakaian 50,18 juta dolar AS

“Sedangkan, komoditas ekspor Indonesia yang berpotensi besar di Prancis meliputi kopi, perhiasan, dan produk kecantikan,” kata Ruth.

Baca Juga: Cetak Eksportir Baru, Kemendag Gandeng Sekolah Ekspor
Expo 2020 Dubai Diharapkan Beri Manfaat Optimal Bagi Pertumbuhan Ekonomi RI

Sementara Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Hamburg Eka Sumarwanto mengungkapkan lima besar ekspor nonmigas Indonesia ke Jerman pada 2020 meliputi alas kaki, pakaian, mesin elektrik, minyak hewani dan nabati, serta perabotan mekanik.

“Produk ekspor Indonesia yang berpotensi besar di Jerman antara lain kopi, kayu lapis, produk udang, dan produk ikan. Nilainya diperkirakan melebihi 290 juta dolar AS,” kata Eka.

Video terkait:

Video Terkait