Heboh! Pelaku UMKM Ini Terancam Denda Rp4 Miliar, Begini Ceritanya

Ilustrasi frozen food (wikimedia commons)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 15 Oktober 2021 | 22:30 WIB

Sariagri - Jagad maya dihebohkan dengan curhatan salah satu warganet yang membagikan kisah seorang pelaku usaha UMKM makanan beku (frozen food). Dimana pelaku UMKM itu terancam dipenjara hingga didenda sebesar Rp4 miliar karena tidak memiliki izin edar, PIRT atau BPOM.

"Di share sama temen gw karena gw jualan, buat temen2 UMKM yang jualan frozen food ada yang ngalamin gini juga? Gw lagi nanya ini cerita awalnya gimana ..., Tapi kalo sampe di polisiin hanya karena ga ada BPOM / PIRT ya piye," tulis seorang pemilik akun Twitter @achietmokoginta yang diunggah pada, Jumat (14/10/2021).

Dalam unggahannya, ia menceritakannya kronologi awal terancam denda dalam potongan gambar yang diduga berasal dari instagram story.

"Jadi minggu lalu, resto dapat undangan klarifikasi dari polisi untuk produk frozen food yang dijual di Grabfood. Padahal frozen food bukan kita jual ke supermarket, cuma jual karena kemaren PPKM dan memang kan biasa resto jual versi bekunya untuk customer masak sendiri di rumah," tulis potongan gambar tersebut.

"Ternyata dipermasalahkan, jual makanan beku harus tetap ada ijin edar, PIRT atau BPOM, walaupun kita sudah berbadan PT dan barang resto sendiri. Intinya semua yang disimpan, masa simpan lebih dari 1 minggu harus diurus perizinannya," sambungnya.

Karena itu, pihaknya kena tindak pidana dengan ancaman penjara atau denda Rp4 miliar karena jual frozen food. Dirinya memenuhi undangan klarifikasi ke pihak berwenang.

Si pengunggah menambahkan, ketika tiba di lokasi ada banyak orang dengan kasus serupa diantaranya penjual bubuk cabe, mie beku, dan kopi bubuk.

"Sampai sana kita disuruh tunggu diminta klarifikasi, polisi ngetik laporan pelan-pelan ditanya bahan apa aja yang dipake, cara masaknya, jual ke mana, berapa jumlah staff, omset berapa, minta surat legalitas perusahaan, terkahir dikasih tau pelanggaran UUD apa aja yang dilanggar beserta sanksinya," ujarnya.

Usai mendengar aspirasi dari pelaku usaha, pihak berwenang melepaskan mereka. Asalnya, pelaku usaha itu diminta untuk menghadirkan pegawai lainnya hingga ojek online yang pernah mengantar produk frozen food-nya. Namun rencana tersebut diurungkan karena berbagai alasan.

Di akhir curahannya, dia mengingatkan pelaku UMKM lain untuk mengurus Perizinan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT)/BPOM. Bahkan ia menambahkan, apabila belum mampu mengurus izin, disarankan untuk tidak membuat merk produk usaha.

Baca Juga: Heboh! Pelaku UMKM Ini Terancam Denda Rp4 Miliar, Begini Ceritanya
Wanita Ini Memilih Resign Jadi Perawat Demi Berjualan Kue Serabi

"Kalau udah terlanjur dipanggil klarifikasi, kasih tau aja apa kondisi sekarang dan kemampuan kalian di berapa. Jangan berusaha membenarkan, kooperatif aja dan tetap bertahan," jelasnya.

"Memang sih cari duit lagi susah sekarang, tapi dengan ada ini kita anggap aja proses yang harus dijalanin dan semoga bisnis kita dilimpahkan rezeki yang lebih. Di sana ada poster 'untuk mendapatkan mutiara kita harus ke laut yang dalam'. Yah mungkin kemarin kita mampir ke laut yang dalam, sekarang waktunya dapet mutiaranya," pungkasnya.

Video Terkait