Meksiko Minati Mi Instan dan Rempah Indonesia Lewat Skema Imbal Dagang

Ilustrasi - Rempah-rempah. (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 26 Oktober 2021 | 13:50 WIB

Sariagri - Di tengah gelaran Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI-DEI) 2021, Meksiko tertarik dengan produk mi instan dan rempah-rempah asli Indonesia. Dengan skema imbal dagang antara Indonesia dengan Meksiko, tercapai transaksi senilai 150 ribu dolar AS (Rp2,1 miliar).

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi penandatanganan kontrak jual beli melalui skema imbal dagang antara PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dari Indonesia dengan Cluster de I+D y TICs dari Meksiko.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kemendag, Didi Sumedi, mengatakan penandatanganan kontrak itu merupakan pertama kali bagi kedua negara.

“Kontrak senilai 150 ribu dolar AS merupakan bukti nyata keseriusan Indonesia dan Meksiko dalam meningkatkan on-top export melalui kerja sama imbal dagang business-to-business. Hal itu diharapkan dapat berkontribusi dalam pemulihan ekonomi, baik bagi Indonesia maupun Meksiko,” ujar Didi.

Didi memaparkan, dalam kerja sama imbal dagang dengan Meksiko, Indonesia akan mengekspor rempah-rempah dan mi instan untuk diimbaldagangkan dengan empat produk dari Meksiko yaitu biji wijen, minyak wijen, minyak kanola dan minyak alpukat.

“Pengiriman produk-produk tersebut dari dan ke masing-masing negara ditargetkan akan mulai dilakukan pada November 2021 sampai dengan Juni 2022,” ungkap Didi Sumedi.

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Kemendag, Indrasari Wisnu Wardhana mengatakan, Pemerintah Indonesia berkomitmen penuh mendukung dan memberikan perhatian khusus dalam implementasi di lapangan.

“Kontrak jual beli melalui imbal dagang ini merupakan transaksi perdana yang dilakukan Indonesia dengan mitra dagangnya, sejak rencana imbal beli atas pembelian Sukhoi Su-35 dan program pengembangan pesawat KFX/IFX yang masih tertunda. Transaksi kontrak masih terbilang kecil, namun tidak menutup ruang adanya penambahan produk dan volume dari nilai transaksi,” papar Wisnu.

Duta Besar RI di Mexico Cheppy T. Wartono mengungkapkan, salah satu kendala utama dalam peningkatan perdagangan Indonesia–Meksiko adalah kekurangtahuan para pelaku usaha di kedua negara atas potensi yang dimiliki mitra dagang masing-masing.

Baca Juga: Meksiko Minati Mi Instan dan Rempah Indonesia Lewat Skema Imbal Dagang
Arab Saudi Borong Produk Makanan dan Minuman Indonesia di Ajang TEI-DE 2021

Menurut Cheppy, Pencapaian hingga kontrak jual beli antara kedua badan pelaksana bukan hal mudah dan proses ke depan mungkin akan lebih sulit.

“Untuk itu, KBRI dan ITPC di Mexico City siap mendukung dan siap berkoordinasi untuk menjadikan kontrak dimaksud hingga tahap final,” tambah Cheppy.

Video terkait:

 

Video Terkait