Wamendag Optmistis Negara Kawasan Pasifik Jadi Mitra Dagang Potensial di Masa Depan

Perajin menyelesaikan pembuatan kursi rotan di Desa Bodesari, Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (21/10/2021). (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Editor: M Kautsar - Senin, 1 November 2021 | 09:00 WIB

Sariagri - Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga optimistis negara-negara di kawasan Pasifik dapat menjadi mitra-mitra dagang potensial Indonesia di masa mendatang.

Ia pun mengapresiasi upaya Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wellington (KBRI Wellington), Selandia Baru untuk mewujudkan hal tersebut dengan menggelar pameran virtual ‘The 2nd Pacific Exposition’ pada 27–30 Oktober 2021.

“Pacific Exposition telah berhasil mengumpulkan para pelaku usaha yang diharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya setelah pandemi. Melihat manfaatnya secara ekonomi tersebut, Kementerian Perdagangan RI mendukung penyelenggaraan Pacific Exposition yang digelar dua tahun sekali. Kami optimistis bahwa negara-negara di kawasan Pasifik berpotensi menjadi mitra strategis di bidang perdagangan, investasi, dan budaya di masa mendatang,” ujar Jerry dalam dalam konferensi pers dan pernyataan penutup acara ‘The 2nd Pacific Exposition’ secara virtual, Sabtu (30/11).

Turut hadir sebagai narasumber Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar dan Duta Besar RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya. Pameran virtual ‘The 2nd Pacific Exposition’ diikuti 312 peserta pameran yang mengisi 200 booth virtual. Para peserta pameran berasal dari 18 negara di kawasan Pasifik.

Di sisi lain, tercatat sebanyak 10.800 pengunjung pameran yang hadir virtual, berasal dari 28 negara baik di kawasan Pasifik, negara Asia seperti Jepang, Singapura, Malaysia, dan Tiongkok, serta negara-negara lain.

Selain itu, Jerry pun mengapresiasi hasil penjajakan bisnis yang mencatatkan transaksi potensial sebesar 104,11 juta dolar AS. Nilai tersebut melampaui transaksi potensial pada Pacific Exposition pertama pada 2019 lalu yang mencatatkan nilai 70 juta dolar AS. Transaksi potensial tercatat dihasilkan oleh pembeli dari Australia, Indonesia, Selandia Baru, dan Kaledonia Baru.

Produk-produknya mencakup biji kopi, transformator, ban, produk-produk pertanian, kertas, produk makanan, serta perlengkapan kesehatan dan medis.

“Kami harap komitmen ini dapat meningkatkan hubungan dagang di antara negara-negara Pasifik,” kata Jerry.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi menilai, The 2nd Pacific Exposition juga dapat dilihat sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Promosi perdagangan, investasi, dan turisme Indonesia melalui The 2nd Pacific Exposition menjadi peluang untuk semakin mendorong pemulihan ekonomi nasional ke kawasan Pasifik di kala pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19,” kata Didi Sumedi dalam kesempatan terpisah.

Baca Juga: Wamendag Optmistis Negara Kawasan Pasifik Jadi Mitra Dagang Potensial di Masa Depan
Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021 Ajang untuk Hidupkan Kembali Perdagangan Global

Untuk diketahui, pada Januari–Agustus 2021, total perdagangan Indonesia dengan negara-negara Pasifik mencapai 9,04 miliar dolar AS. Sementara itu, pada 2020 total perdagangan Indonesia dengan negara-negara pasifik sebesar 8,63 miliar dolar AS.

Pada Januari–Agustus 2021, ekspor nonmigas Indonesia ke Pasifik didominasi oleh LCD, LED; non coniferous of tropical wood; dan palm nuts or kernels. Sementara itu, impor nonmigas Indonesia dari dari Pasifik didominasi oleh produk turunan wheat grain, coal, dan raw sugar.

Video Terkait