Kadin Perkenalkan Indonesia Impact Fund di Forum COP-26

Arsjad Rasjid terpilih menjadi Ketua Umum Kadin. (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Selasa, 2 November 2021 | 12:30 WIB

Sariagri -  Untuk mendukung skema pembiayaan berkelanjutan di Indonesia, anggota pengurus inti Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, melalui APEC Business Advisory Council (ABAC) Indonesia, telah membentuk Indonesia Impact Fund (IIF). Inisiatif ini juga turut diperkenalkan dalam Forum Impact Investing COP26 atau Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa 2021 yang digelar di Glasgow, Skotlandia pada Senin (1/11).

“Pendanaan ini memprioritaskan investasi untuk layanan kesehatan yang terjangkau, pendidikan berkualitas tinggi dan mudah diakses, kota berkelanjutan dan perumahan yang terjangkau, serta pemberdayaan inovasi cerdas iklim,” kata Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid. 

Dalam kesempatan ini, Arsyad juga memaparkan berbagai komitmen pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi karbon yang juga didukung keterlibatan sektor swasta. Indonesia sendiri telah mengumumkan komitmennya terhadap inisiatif perubahan iklim global, yaitu pencapaian net zero emission pada tahun 2060 serta Kontribusi yang Ditetapkan secara Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC) yang menuangkan target penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen atas usaha sendiri atau 41 persen dengan bantuan internasional pada 2030.

“Pemerintah juga telah merelease skenario transisi energi menuju net zero emission, serta mekanisme carbon market," kata Arsjad Rasjid.



Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Kadin Shinta W. Kamdani menegaskan, kolaborasi antara sektor publik dan swasta serta pihak internasional perlu lebih didorong dan diperkuat pasca-COP26. Salah satu area kolaborasi potensial adalah pembentukan satuan tugas publik-swasta untuk penyusunan roadmap carbon market Indonesia dan Kadin Net Zero Hub, yang menjadi pusat sumber daya bagi perusahaan swasta berbagi wawasan, pengetahuan, alat serta sumber daya lainnya dalam membangun Net Zero Journey.

Selain itu, Kadin akan berfokus pada tujuh tema prioritas untuk mempercepat dekarbonisasi, yaitu kolaborasi dalam penyusunan regulasi dan implementasi carbon pricing, pembangunan ekonomi berbasis hutan, peningkatan porsi energi baru terbarukan dalam bauran energi, percepatan adopsi mobilitas listrik, pengembangan program-program sirkularitas end-to-end di sektor-sektor utama, inovasi dan perluasan praktik pertanian berkelanjutan, dan penggunaan pembiayaan berkelanjutan untuk mempercepat transisi. 

Video Terkait



Baca Juga: Kadin Perkenalkan Indonesia Impact Fund di Forum COP-26
Citarum Akan Jadi Prioritas Program Infrastruktur Hijau Provinsi Jabar