Meski Pertumbuhan Ekonomi Belum Capai Target, Mendag: Tahun Ini RI Akan Mencetak Surplus Terbesar dalam Sejarah

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi dalam pembukaan Trade Expo Indonesia Digital Edition 2021 (Sariagri/Arif Ferdianto)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 12 November 2021 | 12:20 WIB

Sariagri - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan pemerintah harus dapat menjaga momentum daya beli masyarakat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, meskipun pandemi COVID-19 masih ada.

“Saat ini kita bersama-sama mencari keseimbangan baru pasca COVID-19. Salah satunya dengan menjaga agar daya beli masyarakat tetap terjaga supaya perekonomian Indonesia bisa tetap tumbuh dan sehat,” ungkap Lutfi dalam perayaan Hari Ritel Nasional ke-2 Tahun 2021 dengan tema “Ritel Tangguh, UMKM Maju, Indonesia Bangkit” Kamis (11/11/2021).

Lutfi berharap dengan perayaan Hari Ritel Nasional (11.11) diharapkan menjadi hari kebangkitan ekonomi Indonesia.

“Kita harus bisa bangkit dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” kata Lutfi.

Konsumsi masyarakat, lanjut lutfi, telah menyumbang produk domestik bruto (PDB) terbesar untuk negara. Pada 2020, konsumsi masyarakat mencapai 57,66 persen dari PDB. Menurut Lutfi, hal tersebut berarti konsumen Indonesia berperan besar dalam mendorong perekonomian nasional.

Ia menuturkan, pada September 2021, indeks kepercayaan konsumen mencapai 95,5 persen dan pada Oktober 2021 naik mencapai 113 persen.

“Angka kenaikan ini merupakan hasil komitmen Kemendag bersama seluruh asosiasi mal dan pusat belanja untuk kembali membuka mal dan pusat perbelanjaan, khususnya jika dibandingkan dengan indeks kepercayaan masyarakat pada Agustus 2021 sebesar 77,3 persen,” ungkap Lutfi.

Lebih lanjut, Lutfi berharap agar pertumbuhan ekonomi Indonesia di akhir tahun 2021 mencapai 4 persen.

“Meskipun tidak sesuai target yaitu 5,5 persen, diharapkan tahun depan akan tumbuh lebih baik kedepannya. Tahun ini Indonesia akan mencetak surplus terbesar dalam sejarah. Periode Januari–September 2021 surplus perdagangan sudah mencapai 25 miliar dolar AS.Jika angkanya konsisten di kuartal terakhir,surplus Indonesia diharapkan akan menembus 30 miliar dolar AS,” beber Lutfi.

Baca Juga: Meski Pertumbuhan Ekonomi Belum Capai Target, Mendag: Tahun Ini RI Akan Mencetak Surplus Terbesar dalam Sejarah
Wujudkan Visi Indonesia 2045, Kemendag Targetkan PDB 12.000 Dolar AS

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey menambahkan seiring dengan penanganan COVID-19 yang semakin baik, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tumbuh positif baik di kuartal II dan kuartal III. Menurutnya, ritel berperan penting untuk membuka akses pasar bagi UMKM. Ritel bekerja sama dengan UMKM untuk memasarkan produk.

“Kemitraan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan daya saing UMKM. Selain itu, kolaborasi UMKM dan ritel juga diharapkan dapat menyerap tenaga kerja,” pungkas Roya Mandey.

 Video terkait:

Video Terkait