Terhubung Tol Cipali, Pelabuhan Patimban Subang Diklaim Permudah Akses Logistik

Menko Marves, Luhut B. Panjaitan bersama Menhub, Budi Karya Sumadi meninjau progres pembangunan pelabuhan Patimban. (Foto: Kemenko Marves)

Editor: M Kautsar - Jumat, 19 November 2021 | 15:50 WIB

Sariagri - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan didampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan koordinasi dan peninjauan pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat.

Peninjauan tersebut dilakukan guna mengevaluasi operasional pelabuhan Patimban setelah hampir 1 tahun beroperasi. Selain itu juga untuk mengetahui kemajuan pembangunan seperti penyelesaian akses jalan, kondisi operasional pelabuhan, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung.

“Di sini saya ingin mendengar progresnya secara langsung bagaimana penyelesaian akses jalan menuju pelabuhan, termasuk konektivitas jalur pantura dan akses jalan tol, kondisi operasional pelabuhan dan besaran muatan, juga ketersediaan sarana prasarana pendukung seperti air, Listrik, Bahan Bakar Minyak (BBM) dan telekomunikasi,” ujar Luhut, Kamis (18/11).

Luhut menjelaskan bahwa tujuan pembangunan pelabuhan Patimban, di antaranya mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan, juga menjamin keselamatan pelayaran termasuk eksplorasi gas.

“Tidak hanya itu, Presiden Jokowi meminta agar Pelabuhan Patimban juga mendukung ekspor produk selain otomotif, seperti menggerakkan ekonomi UMKM, sektor pertanian, industri kreatif, serta produk lainnya, sehingga mampu bersaing di pasar global. Oleh karena itu pelabuhan Patimban ini sangat perlu kita dorong progresnya,” jelasnya.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengungkapkan progres pembangunan Pelabuhan Patimban untuk paket satu sudah selesai 100 persen, yang terdiri dari terminal peti kemas 35 hektare dengan kapasitas 250 ribu TEUs,  terminal kendaraan 25 hektare berkapasitas 218 ribu CBU, area reklamasi 60 hektare, dan area kolam 10 meter.

“Ini 60 hektare yang sudah direklamasi  dan sudah bisa ekspor mobil 200 ribu dan kontainer sudah bisa 300 ribu disini. Kita akan membangun yang area yang kuning ini. Ini masih kerjasama dengan Jepang Pak,” ungkapnya.

Baca Juga: Terhubung Tol Cipali, Pelabuhan Patimban Subang Diklaim Permudah Akses Logistik
Jadikan Maluku Lumbung Ikan Nasional, KKP Genjot Budidaya Perikanan

Budi menambahkan paket dua yang terdiri dari pengerjaan breakwater, seawall, dan pengerukan alur pelayaran saat ini progresnya telah mencapai 99,66 persen. Selain itu, untuk pengerjaan jembatan penghubung yang masuk dalam paket tiga saat ini progresnya mencapai 82,41 persen, ditargetkan pengerjaan paket akan selesai pada akhir tahun 2021.

Pelabuhan Patimban akan terhubung dengan Tol Cipali

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pelabuhan Patimban, akan tersambung dengan Jalan Tol Cipali (Cikopo-Palimanan), sehingga memperlancar pengiriman barang via pelabuhan tersebut.

"Jalan tol akses menuju Pelabuhan Patimban akan segera dibangun. Jalan tol sepanjang 37 kilometer ini direncanakan akan mulai dibangun tahun depan dan beroperasi pada 2023. Jalan akses ini nantinya akan tersambung dengan Tol Cipali," kata Ridwan Kamil.

Selain jalan tol akses pelabuhan, nantinya juga akan dibangun jalur kereta menuju Patimban dan jalur kereta ini akan dibangun di samping jalan tol akses.

Hal ini dilakukan sebagai langkah efisiensi waktu dan biaya dari sisi pembebasan lahan.

"Akan dilakukan percepatan pembangunan jalan tol dari Km 89 (Cipali) sampai pelabuhan sehingga nantinya jalan masuk ke Patimban akan lewat jalan tol dan juga dilalui jalur kereta," kata Ridwan.

"Tadi diputuskan jalur keretanya satu garis dengan jalan tol, jadi pembebasannya satu kali untuk dua fungsi satu jalan tol mobil, dua jalan kereta," lanjut gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini.

Video Terkait