Indonesia Ekspor Perdana 40 Ton Daging Rajungan Kepiting ke Kanada Senilai 11,5 Miliar

Proses Persiapan Ekspor Daging Kepiting. (Sariagri/Arief L)

Editor: Reza P - Sabtu, 27 November 2021 | 08:00 WIB

Sariagri - KKP lepas ekspor perdana 40 ton daging rajungan kepiting ke Kanada senilai 800 ribu US DollarDaging rajungan dan kepiting menjadi salah satu komoditas ekspor perikanan utama Indonesia yang digemari pasar Internasional.

Penegasan itu disampaikan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Artati Widiarti, usai melepas ekspor perdana 40 ton daging rajungan asal Sidoarjo Jawa Timur.

Ekspor setara dengan 11,5 miliar Rupiah tersebut dengan negara tujuan Kanada (Amerika Utara) dilepas secara simbolis oleh Artati Widiarti di kawasan industri dan perdagangan Safe n Lock, Sidoarjo.

Artati mengatakan daging rajungan-kepiting menjadi salah satu komoditas ekspor perikanan yang kini fokus untuk dikembangkan dalam program terobosan KKP dalam rangka peningkatan ekspor berbasis budidaya.

“Kita bisa saksikan sama-sama salah satu komoditas unggulan kita semakin diterima di pasar Amerika Utara. Kali ini kita kirim 40 ton rajungan,” ungkap Artati kepada Sariagri, Jumat (26/11).

Menurutnya, selama lima tahun terakhir, permintaan rajungan-kepiting dunia meningkat 5 persen per tahun. Hal itu menunjukkan pasar rajungan-kepiting masih terbuka dan potensial untuk terus dikembangkan.

Ia menuturkan, pada tahun 2020, nilai permintaan rajungan-kepiting dunia mencapai USD 5,4 miliar dan ekspor Indonesia untuk komoditas ini baru mencapai 6,8 persen atau senilai USD 367,5 juta.

Sementara periode Januari hingga Oktober 2021, nilai ekspor produk perikanan Indonesia mencapai USD4,56 Miliar atau naik 6,6 persen dibanding periode yang sama tahun 2020.

Komoditas ekspor utama meliputi Udang (40 persen), Tuna-Cakalang-Tongkol (13 persen), Rajungan-Kepiting (11 persen), Cumi-Sotong-Gurita (10 persen), dan Rumput Laut (6 persen).

"Ini menunjukkan bahwa bahwa pasar rajungan-kepiting global masih terbuka dan tumbuh positif," ucapnya.

Artati menambahkan, negara importir utama rajungan-kepiting global tahun 2020 adalah Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan dan Kanada.

Market share Indonesia terhadap negara-negara importir utama rajungan-kepiting global tersebut berturut-turut sebesar 11,9 persen, 5 persen, 17 persen, 0,1 persen dan 4,7 persen,“ terangnya.

Oleh karena itu, dia mengapresiasi munculnya eksportir rajungan Aruna Crab ke pasar Kanada yang merupakan salah satu importir Rajungan-Kepiting utama dunia.

"KKP juga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas program dan kegiatan Aruna yang telah melakukan pembinaan hulu-hilir terhadap lebih dari 23.000 nelayan lokal di lebih 70 lokasi di Indonesia," jelas Artati.

Sementara itu, Pihak Aruna Crab dan Nirwana Segara selaku eksportir menyebutkan potensi permintaan dari pasar Amerika Utara senilai USD 800.000 untuk setiap bulannya.

“Aruna Crab merupakan olahan daging rajungan hasil kemitraan Aruna bersama Nirwana Segara. Dalam proses produksinya, Aruna Crab melibatkan pasokan dari nelayan dan masyarakat pesisir,“ ungkap chief sustainable officer aruna, Utari Octavianty.

Baca Juga: Indonesia Ekspor Perdana 40 Ton Daging Rajungan Kepiting ke Kanada Senilai 11,5 Miliar
Industri Mebel dan Kerajinan RI Dapat Pimpin Pasar Asean

Melalui ekspor perdana kali ini, imbuhnya, dengan harapan para nelayan pesisir ini bisa terhubung dengan industri sehingga memiliki market yang lebih baik.

“Diharapkan ekspor crab rajungan ini akan terus meningkat dengan sasaran lain ke negara-negara uni eropa,“ tandasnya.

Video Terkait