Pasokan Dalam Negeri Mencukupi, Mendag Pastikan Tidak Ada Impor Beras Umum Tahun Ini

Mendag Lutfi dalam kick off Embracing Jakarta Muslim Fashion Week. (Foto: Istimewa)

Editor: M Kautsar - Rabu, 1 Desember 2021 | 13:40 WIB

Sariagri - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan memastikan ketersedian beras nasional tahun 2021 sudah tercukupi dari pasokan dalam negeri. Karena itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan pihaknya tidak menerbitkan izin impor beras untuk keperluan umum tahun ini. Ia menyatakan bahwa izin impor beras umum terakhir kali diterbitkan pada tahun 2018 untuk keperluan cadangan beras pemerintah.

“Izin yang kami terbitkan selama tahun 2019, 2020, dan 2021 relatif sangat kecil dan hanya untuk keperluan khusus yang tidak dapat diproduksi di dalam negeri seperti beras khusus untuk keperluan hotel, restoran, kafe dan warga negara asing yang tinggal di Indonesia," kata Lutfi, Rabu (1/12).

Beras untuk warga negara asing yang dimaksud Lutfi di antaranya seperti beras Basmati, Japonica, Hom Mali. Selain itu juga beras khusus untuk keperluan penderita diabetes seperti beras kukus dan beras pecah 100 persen untuk keperluan bahan baku.

Menurut  Lutfi, pemerintah akan selalu menjaga kekuatan stok beras nasional untuk mempertahankan keseimbangan dan ketersediaan pasokan beras di pasar, terutama selama pandemi Covid-19 melalui serapan Bulog terhadap gabah dan beras petani.

Baca Juga: Pasokan Dalam Negeri Mencukupi, Mendag Pastikan Tidak Ada Impor Beras Umum Tahun Ini
Selama PPKM Darurat, Mendag: Stok Beras Cukup, Tak Ada Impor

Lutfi mengungkapkan, prioritas penyerapan beras dalam negeri menjadi bentuk perlindungan bagi petani. Selain itu, lanjut Lutfi, Kemendag juga terus berupaya menjaga stabilitas harga melalui kebijakan Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) terutama saat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

“Untuk itu, Kementerian Perdagangan akan selalu berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan yang berkaitan dengan perberasan dalam menjamin ketersediaan dan stabilisasi harga,” ujar dia.

Video Terkait