Tambah, 6 Eksportir Sarang Burung Walet Indonesia Lolos Pasar Cina

Produk sarang burung walet Indonesia (Barantan)

Editor: M Kautsar - Jumat, 3 Desember 2021 | 20:30 WIB

Sariagri - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Karantina Pertanian (Barantan) kembali memfasilitasi enam eksportir sarang burung walet Indonesia untuk lolos sebagai perusahaan yang dapat masuk pasar Tiongkok.

Enam perusahaan tersebut mendapatkan persetujuan pendaftaran dari General Administration of China Customs (GACC) setelah melalui proses audit di tahun 2019 dan 2021.

Dengan penambahan ini, total sebanyak 29 perusahaan telah terdaftar di GACC sebagai eksportir sarang burung walet, sejak berlakunya protokol ekspor sarang burung walet ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada tahun 2012.

Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Barantan, Wisnu Wisesa Putra menjelaskan bahwa eksportir yang lolos ini telah masuk kedalam daftar yang dipublikasi di laman GACC sebagai perusahaan terdaftar yang dapat melakukan ekspor sarang burung walet ke RRT.

“Untuk pemenuhan syarat GACC, karantina pertanian memberikan pendampingan kepada eksportir sarang burung walet dari hulu ke hilir meliputi evaluasi terhadap rumah walet minimal 1 tahun sekali, sertifikasi karantina terhadap bahan baku yang dilalulintaskan dalam wilayah Indonesia dan jika daerah asal sedang wabah AI, lalu lintas sarang kotor dilarang,” ujar Wisnu.

Wisnu mengungkapkan bahwa evaluasi terhadap tempat pemrosesan minimal setahun sekali, melakukan pengawasan dan pembinaan perlakuan pemanasan serta pengawasan batas maksimal nitrit cemaran mikroba dan virus AI, dan pada saat akan diekspor karantina pertanian melakukan pemeriksaan karantina, memastikan penjaminan pemenuhan persyaratan Tiongkok dan memberikan sertifikasi kesehatan karantina hewan.

Sementara itu, terkait kasus kelebihan kapasitas terdaftar ekspor beberapa waktu yang lalu, Wisnu menyatakan bahwa masalah tersebut telah terselesaikan.

“Sebelumnya tanggal 29 September 2021, GACC telah menyampaikan persetujuan atas dua perusahaan untuk dapat ekspor kembali ke RRT, dan menyusul per tanggal 12 November 2021, 2 eksportir juga sukses mendapat persetujuan sehingga kasus kelebihan kapasitas ekspor dari Indonesia telah selesai dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga: Tambah, 6 Eksportir Sarang Burung Walet Indonesia Lolos Pasar Cina
Fantastis! Ekspor Sarang Burung Walet Kalbar Sentuh Angka Rp1,2 Triliun

Kepala Barantan, Bambang mengatakan bahwa persyaratan ekspor sarang burung walet ke RRT memang lebih rumit dari negara tujuan lain namun hal ini terbayar dengan nilai ekspornya yang juga jauh lebih baik, kerenanya dia meminta kepada eksportir yang mengajukan permohonan ekspor untuk bersabar dan telaten memenuhi persyaratan yang diminta otoritas Tiongkok.

“Ke depan untuk meningkatkan nilai tambah produk sarang burung walet Indonesia, harapan kami produk olahan sarang burung walet Indonesia berupa produk siap makan, kosmetik dan lainnya juga dapat masuk ke pasar Tiongkok,” pungkasnya.

Video Terkait