China Perkuat Pengedalian COVID-19, Truk Produk Pertanian Negara Ini Harus Antri Masuk di Perbatasan

Gambar: Ilustrasi truk pengangkut buah. (Pixabay/ PublicDomainPictures)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 13 Desember 2021 | 12:00 WIB

Sariagri - Sebanyak 4.000 truk kontainer Vietnam terdampar di gerbang perbatasan China di Provinsi Lang Son pada Jumat (10/12/2021) kemarin. Kabar ini disampaikan oleh Wakil Kepala Departemen Pengolahan dan Perdagangan Produk Agro-Kehutanan-Perikanan di bawah Kementerian Pertanian Vietnam, Le Thanh Hoa, seperti dikutip dari vnexpress.net.

Hoa menjelaskan bahwa di tiga gerbang perbatasan Huu Nghi, Tan Thanh, dan Chi Ma, kecepatan bea cukai saat ini telah turun lebih dari setengahnya menjadi sekitar 220 truk kontainer per hariTiap-tiap truk yang membawa buah naga, nangka, dan buah-buahan lainnya yang tersangkut di gerbang Tan Thanh membutuhkan rata-rata 1014 hari untuk mendapatkan izin bea cukai.

Sementara di gerbang perbatasan Mong Cai di Provinsi Quang Ninh, hanya satu truk yang dibersihkan setiap minggu. Dewan pengelola gerbang Mong Cai mengatakan sebanyak 800 truk makanan laut beku dan 300 truk buah-buahan terdampar di sana.

Hoa merekomendasikan agar para pebisnis memeriksa produk pertanian yang diekspor melalui gerbang perbatasan dengan hati-hati karena China telah memperkuat upaya pengendalian COVID-19, menghasilkan inspeksi produk yang cermat dan ketat sebelum memasuki wilayahnya.

Guna mengatasi situasi itu, para eksportir harus mempersiapkan kemasan barang-barangnya dengan cermat sehingga mereka dapat melewati pabean dengan mudah dan cepat. Di sisi lain, untuk menghindari kemacetan dan menghemat biaya, pengusaha perlu mengatur waktu izin yang wajar dan tidak mengirim banyak truk ke gerbang perbatasan pada saat bersamaan.

Baca Juga: China Perkuat Pengedalian COVID-19, Truk Produk Pertanian Negara Ini Harus Antri Masuk di Perbatasan
Indonesia akan Ekspor 120 Ton Urea ke Korsel per Tahun

Setelah gelombang keempat COVID-19 melanda Vietnam akhir April lalu, China meningkatkan inspeksi dan desinfeksi barang dan alat angkut serta pengemudi dari negara tersebut. Mereka juga memperketat manajemen dan ketertelusuran barang, yang menyebabkan makin panjangnya prosedur bea cukai.

Pada bulan September kemarin, China menghentikan sementara impor buah naga dari Vietnam setelah mendeteksi virus corona baru pada kemasannya. China merupakan pasar ekspor produk pertanian terbesar kedua bagi Vietnam. Dalam 11 bulan pertama tahun ini,  tercatat nilai ekspor sebesar 8,4 miliar USD (sekitar Rp120 triliun).

  

Video Terkait