Harga Cabai di Pasar Tinggi, Begini Langkah dari Kementan

ilustrasi Petani cabai. (Dok. Kementan)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 27 Desember 2021 | 16:50 WIB

Sariagri - Harga cabai terus mengalami kenaikan jelang akhir tahun di pasaran. Hal ini tentu menjadi perhatian pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menekan laju kenaikan salah satu kebutuhan pokok orang Indonesia itu.

Direktur Sayur dan Tanaman Obat, Kementerian Pertanian (Kementan) Tommy Nugraha mengatakan pihaknya telah melakukan upaya untuk menekan kenaikan harga cabai di pasaran.

"(Untuk menekan harga cabai di pasar) kami membagikan benih kepada petani yang sudah panen agar bisa menanam kembali di off season ini," kata dia saat dihubungi Sariagri, Senin (27/12/2021). 

Ia mengatakan, cara ini merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan. Karena menanam cabai di musim hujan memiliki banyak risiko yang harus ditanggung oleh para petani. 

"Jadi sebetulnya di musim hujan seperti ini terlalu banyak risiko untuk tanam cabe, tetapi ada petani yang bersedia tanam dengan upaya yang lebih kuat sehingga hasil panennya tidak terganggu oleh hujan," kata dia.

Kenaikan Harga Cabai Tak Boleh Lama

Tommy juga mengatakan, kenaikan harga cabai yang menguntungkan untuk petani ini tidak bisa terlalu lama dibiarkan. Karena hal ini dapat membuat masyarakat khususnya pedagang merasa tidak nyaman. 

"Kenaikan harga cabai ini kan dinikmati oleh petani juga, tetapi kami dari  pemerintah tentu harus menahan laju kenaikan tersebut agar tidak mempengaruhi kenyamanan ibu-ibu, pedagang dan konsumen lainnya," jelas dia. 

Lebih lanjut Tommy mengatakan, saat ini jumlah cabai di Indonesia mengalami surplus. Hanya saja curah hujan yang tinggi mempengaruhi proses pengangkutan dari daerah sentra produksi ke pasar. 

Baca Juga: Harga Cabai di Pasar Tinggi, Begini Langkah dari Kementan
Pasar Mitra Tani Gelar Pangan Murah Jelang Natal-Tahun Baru

"Meskipun jumlahnya tidak sebanyak yang diharapkan, tetapi sebetulnya kalau kita menggunakan early warning sistem jumlah cabai dalam negeri masih surplus. Hanya saja ketika akan mengirim terkendala banjir jadi transportasi tertahan ketika akan panen tidak ada yang metik karena hujan bsar. Otomatiskan mengurangi jumlah produksi juga," jelas Tommy.

Kendati demikian, Kementan terus melakukan penanaman cabai di daerah-daerah produksi agar kebutuhan dalam negeri terpenugi dan tidak ada lagi kenaikan harga yang tidak terkendali.  

Video Terkait